Aulia Maria Sina dan Evander Mere, alumni SMAK Syuradikara Ende yang saat ini mengenyam pendidikan di Universitas Nanzan, Jepang (Foto: Pos Kupang)

Katoliknews.com – Kepala Sekolah SMAK Syuradikara Ende, Nusa Tenggara Timur, Pater Stef Sabon Aran SVD pada Sabtu 14 Januari 2017 mengatakan bahwa dua alumni Syuradikara yang saat ini mengenyam pendidikan di Universitas Nanzan, Jepang mampu mendapatkan pretasi yang baik sebagaimana para mahasiswa dari negara lain yang juga bersekolah di sana.

Sebagaimana dilansir Pos Kupang.com, Pastor Stef menceritakan tentang dua orang alumni SMAK Syuradikara Ende, Aulia Maria Sina dan Evander Mere, yang saat ini melanjutkan pendidikan S 1 di Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang.

“Mereka siswa angkatan pertama yang merupakan hasil kerjasama antara Universitas Nanzan, Jepang dan SMAK Syuradikara melalui program beasiswa,” katanya.

Ia menuturkan, Aulia Maria Sina melalui emailnya pada 24 Desember 2016 mengungkapkan kebanggaannya karena dirinya dan Evander Mere bisa bersaing dengan mahasiswa dari negara lain seperti China, Taiwan, Korea, Philipina, Thailand, Vietnam dan Malaysia.

“Awalnya mereka berdua merasa agak berat karena kami tidak lagi menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Semuanya dalam bahasa Jepang,” kata Pater Stef mengutip apa yang disampaikan oleh kedua alumni melalui email mereka.

Menurut Aulia, lanjut Pastor Stef, SMAK Syuradikara dengan aturan dan tata tertibnya serta proses kegiatan belajar mengajarnya telah membuat mereka bisa bersaing dengan mahasiswa dari negara- negara lain.

Kedisiplinan yang ketat di SMA dulu membuat mereka tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi.

“Di Jepang semua serba tertib dan bersih. Masyarakatnya sangat mematuhi aturan sekecil apapun. Misalnya membuang sampah, menyeberang jalan, mengantri dan lain- lain,” kata Pater Stef mengutip Aulia.

“Aulia dan Evander juga berpesan kepada dua siswa angkatan kedua yang akan melanjutkan pendidikan di Universitas Nanzan, agar menyiapkan diri dengan baik. Bahasa menjadi kesulitan awal dalam berkomunikasi. Karena itu bahasa Jepang dan Inggris perlu dipersiapkan dengan baik,” tutupnya.

Sejak 2016, SMAK Syuradikara akan terus mengirimkan dua siswa untuk belajar di Universitas itu sesuai dengan MoU yang telah ditandatangani bersama antara Universitas Nanzan dengan SMAK Syuradikara.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

Komentar