Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump (Foto: ist)

Katoliknews.com – Paus Fransiskus pada Jumat, 20 Januari 2017 mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas pelantikannya sebagai presiden Amerika Serikat ke-45.

Sebagaimana dilansir Catholic News Agency, Minggu (22/1/2017) Pemimpin Umat Katolik Roma sedunia itu berharap agar Presiden AS Donald Trump peduli terhadap orang miskin dan orang yang terbuang.

“Pada saat keluarga manusia kita dilanda krisis makam kemanusiaan yang menuntut tanggapan pandangan politik yang bijaksana dan bersatu, saya berdoa semoga kebijakan Anda akan dipandu oleh nilai-nilai spiritual dan etis yang telah membentuk sejarah orang-orang Amerika dan komitmen bangsa Anda untuk kemajuan martabat manusia dan kebebasan di seluruh dunia,” tulis Paus pada pesan yang dikirimkan kepada Trump pada 20 Januari.

“Di bawah kepemimpinan Anda, semoga sosok Amerika terus diukur semuanya oleh kepedulian terhadap orang miskin, terbuang dan yang membutuhkan, seperti Lazarus, berdiri di depan pintu kita. Untuk itu, saya memohon kepada Tuhan untuk memberikan Anda dan keluarga Anda, dan semua orang Amerika yang tercinta, berkat-Nya atas perdamaian, kerukunan dan setiap kemakmuran material dan spiritual,” lanjut dia.

Pada bulan November 2016 lalu Trump merebut kemenangan yang sangat mengejutkan dalam pemilihan presiden AS.

Meskipun ia secara luas dilihat sebelah mata dan diperediksi kalah dari Hillary Clinton, Trump malah menang dengan 289 suara elektoral, melebihi 270 yang diperlukan untuk menang.

Dalam pidato pelantikannya, Trump berjanji untuk kembali memperhatikan kesejahteraan warga asli Amerika Serikat, terutama dalam bidang pekerjaan.

Ia mengatakan, selama ini warga asli banyak kehilangan lapangan pekerjaan karena kalah bersaing dengan para pendatang.

Janji Trump inilah yang sangat diperhatikan oleh Paus Fransiskus, dimana Paus meminta Trump untuk menjadi jembatan bagi para pendatang dan warga Amerika Serikat.

Paus berharap Trump mampu menjadi jembatan bagi pendatang dan warga Amerika Serikat sendiri, dan bukannya membuat ‘dinding pembatas’ di antara mereka.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews.com

Komentar