Tokoh dari Berbagai Daerah Dukung Polri Bubarkan Ormas Intoleran

309
Petrus Selestinus, kordinator FAI-uk sedang menyampaikan aspirasi kepada Kepala Divisi Humnas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Foto: dok.)

Katoliknews.com – Para tokoh dari berbagai daerah di Indonesia yang bergabung dalam Forum Aspirasi Indonesia untuk Kebangsaan (FAI-uK) menemui pimpinan Polri pada Senin, 23 Januari 2017, di mana mereka menyatakan dukungan agar ormas-ormas intoleran dibubarkan.

Dalam acara tersebut yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB, mereka disambut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar.

Ada 30 tokoh dari komunitas diaspora di Jakarta yang ikut dalam pertemuan tersebut, antara lain perwakilan etnis dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku/Kepulauan Kei, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera, Jawa, Tionghoa dan sejumlah etnis lain.

Selain mendukung dan menuntut pembubaran ormas radikal, mereka juga meminta agar Polri menindak tegas oknum-oknum ormas itu, yang akhir-akhir ini muncul dari berbagai daerah hampir di seluruh Indonesia.

Mereka menyatakan, oknum-oknum ormas itu “dalam aktivitas sosial dan keagamannya mengatasnamakan agama, melakukan tindakan radikal dan intoleran terhadap sesama umat yang berbeda agama dan sesama warga bangsanya yang berbeda budaya.”

Petrus Selestinus, Ketua Umum FAI-uK menjelaskan, aspirasi mereka merupakan wujud kesadaran dan tanggung jawab bersama sebagai warga bangsa untuk mempertahankan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

Hal itu, jelas dia, terkait dengan aktivitas ormas radikal dan intoleran yang semakin terbuka dan nyaris mengancam eksistensi Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara, Kebhinekaan dan NKRI.

Secara tegas, FAI-uK dalam kesempatan itu menyatakan mendukung penuh langkah tegas Polri menindak oknum-oknum yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam (FPI) terkait dengan dugaan telah terjadi tindak pidana baik berupa tindak pidana penistaan terhadap Pancasila, Bendera Merah Putih, agama maupun tindak pidana fitnah terhadap pimpinan negara dan pimpinan agama di Indonesia.

Terkait hal itu, mereka menyatakan siap menjadi mitra Polri dan akan selalu memberikan kontribusi positif, yaitu berpartisipasi aktif sebagai wujud peran serta masyarakat dalam penegakan hukum.

Hal itu, kata mereka, antara lain berupa memberikan informasi, mengawasi dan memantau aktivitas kelompok ormas yang mengatasnamakan agama di tengah masyarakat, namun sering mengancam eksistensi kelompok masyarakat yang berbeda agama, berbeda budaya dan adat istiadat.

Jika mereka dibiarkan, demikian menurut FAI-uK, maka akan menimbulkan konflik horizontal yang berkepanjangan.

FAI-uK juga mendesak pemerintah, yakni Jaksa Agung, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri untuk segera mengeluarkan Surat Keputusan Bersama memberi peringatan keras kepada FPI dan ormas intoleran dan radikal lainnya yang selama ini dalam aktivitas sosial dan keagamannya sering menggunakan cara-cara radikal, memaksakan kehendak, intoleran dan perilaku anarkis lainnya.

Selain itu, mereka juga mendesak Presiden Jokowi untuk pada saatnya nanti membubarkan FPI.

Mereka menegaskan, dalam aktivitas sosial dan keagamaannya, FPI sering tampil beda karena sering memperlihatkan perilaku yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah hukum yang berlaku dan tidak sejalan lagi dengan peraturan perundang-undangan negara sebagai hukum positif.

“Kondisi anomali seperti ini sebagai buah dari sikap pemerintahan SBY yang meskipun telah memimpin negeri ini selama 10 tahun, akan tetapi membiarkan dan mentolerir perilaku FPI yang radikal dan intoleran,” tegas mereka.

Foto bersama anggota FAI-uk usai audiensi dengan Polri. (Foto: dok.)

Sementara itu, menanggapi pernyataan FAI-uK, Boy Rafli Amar menyampaikan rasa terima kasihnya, apalagi anggota FAI-uK datang dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.

Kata Boy Rafli, itu adalah wujud kekayaan budaya bangsa yang beragam dan harus tetap dipertahankan.

Ia pun menyatakan, aspirasi FAI-uK akan disampaikan langsung kepada Kapolri Tito Karnavian sambil berpesan kepada FAI-uK untuk bersabar dan percayakan penanganan proses hukum kepada Polri.

Ia menegaskan, laporan dari masyarakat sudah banyak yang masuk dan Polri sedang mengumpulkan bukti-bukti.

“Polri selalu membuka diri untuk menerima informasi dari masyarakat, baik tentang kasus kriminal maupun kasus lain yang mengganggu ketertiban masyarakat,” ungkap Boy Rafli.

Edy/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here