Warga Tionghoa Kupang Adakan Seni Tarian Liong dan Barongsai di Halaman Katedral Kristus Raja

326
Umat di Kota Kupang saat mengikuti Perayaan Ekaristi Menyambut Tahun Baru Imlek, Sabtu 28 Januari 2017

Katoliknews.com – Ratusan warga Tionghoa di Kupang, Nusa Tenggara Timur merayakan Tahun Baru Imlek 2568 di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Sabtu 28 Januari 2017.

Sebagaimana dilansir Liputan6.com, usai mengikuti perayaan Ekaristi warga etnis Tionghoa bersama umat lainnya menggelar pertunjukan seni tradisional tarian Liong dan Barongsai di depan halaman gereja.

Selain itu, mereka juga membagi angpao dalam amplop merah kepada seluruh umat yang hadir, sebuah gelaran yang rutin diadakan setiap tahun sebagai bentuk syukur.

“Setelah dari gereja, kami akan lakukan ritual di rumah masing-masing dan sore kami akan saling bersalaman dari rumah ke rumah dengan pemberian angpao,” ujar Theodorus Widodo, Wakil Ketua Paguyuban Etnis Tionghoa NTT.

Menurut Theo, pemberian angpao merupakan salah satu bentuk ungkapan kegembiraan dan satu bentuk kasih persaudaraan.

“Yang tua memberi ke yang muda. Artinya, yang sudah mampu memberi kepada yang belum mampu, itulah wujud kasih. Sementara, warna merah diidentikkan dengan suasana bahagia,” katanya.

Theo menambahkan, menurut warga Tionghoa yang sebagian besar penganut Kong Hu Cu, tahun baru Imlek merupakan tahun lahir Khong Hu Cu.

“Penanggalan itu sudah ada ribuan tahun sebelumnya karena memakai kombinasi peredaran bulan dan matahari,” ujarnya.

Menurut kepercayaan mereka, lanjut Theo, tahun ini merupakan tahun ayam api. Berdasarkan pemahamannya, membuka bisnis di tahun ini dianjurkan terutama pada awal dan akhir tahun.

“Ayam merupakan hewan yang paling terdahulu mencari makan sebelum matahari terbit. Maka jika mau membuka usaha, mulailah pada awal tahun jangan di tengah atau akhir tahun,” kata dia.

Sementara arti dari api, sambung Theo, menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, jika kecil menjadi sahabat, tetapi jika dibesarkan bisa menjadi ancaman.

Maka itu, cara terbaik melewati tahun ini adalah dengan mempererat persaudaraan, bukan membesarkan perbedaan.

“Marilah seluruh komponen bangsa untuk selalu bersama-sama membangun persaudaraan demi kedamaian Indonesia,” ucap Theo.

Yohanes Trisno/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here