Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo

Katoliknew.com –  Mgr Ignatius Suharyo, Uskup  Agung Jakarta mengeluarkan surat gembala menyambut Masa Prapaskah tahun 2017, yang dimulai pada Rabu, 1 Maret.

Surat itu sudah dibacakan sebagai pengganti khotbah dalam Misa di seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada Misa Minggu, 26 Februari 2017.

Dalam suratnya itu, Mgr Suharyo mengingatkan kembali untuk mengamalkan Pancasila yang juga menjadi Arah Dasar KAJ 2016-2020.

“Dari satu pihak sebagai warga negara, kita bersyukur karena mempunyai Pancasila sebagai ungkapan kesadaran dan cita-cita moral bangsa. Dari lain pihak, kita merasa prihatin karena cita-cita moral yang mulia dan luhur itu rasanya semakin luntur,” tulisnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ‘tanda-tanda zaman’ sudah membuktikannya, mulai dari fundamentalisme agama, intoleransi semakin nyata, kemanusiaan diciderai oleh maraknya kekerasan dan perdagangan manusia, lemahnya persatuan akibat isu SARA, kebaikan bersama yang tersingkir akibat kepentingan golongan, sehingga keserakahan yang menghambat terwujudnya keadilan sosial.

“Dengan latar belakang itulah kita, umat Katolik di KAJ sejak awal tahun 2016, ingin mewujudkan panggilan dan perutusan kita dengan semboyan, “Amalkan Pancasila”,” lanjutnya.

Pada tahun 2016, Gereja memusatkan kepada sila pertama dengan semboyan, Kerahiman Allah Memerdekakan sementara tahun ini, masa Prapaskah bertumpu pada sila kedua yaitu Amalkan Pancasila, Makin Adil Makin Beradab.

Sebagai panduan untuk mengamalkan Pancasila dan mewujudkan kemanusiaan yang semakin adil dan beradab, Dewan Karya Pastoral KAJ telah mengeluarkan bahan yang amat bagus untuk dipelajari, direnungkan, didoakan, dinyanyikan dan dilaksanakan.

“Semuanya diharapkan mengarah kepada GERAKAN SUKA MENOLONG,” tandasnya. “Ada berbagai contoh yang dapat ditawarkan yang dapat langsung dijalankan. Kreativitas juga sangat mungkin dihasilkan dengan menjawab pertanyaan, apa yang dapat kita lakukan agar lingkungan sekitar, keluarga, Gereja, dan masyarakat serta media sosial kita semakin adil dan beradab.”

Katoliknews

Komentar