Sampaikan Keluhan Masyarakat, Dua Imam Keuskupan Atambua Datangi Kantor DPRD Belu

184
Suasana ketika Romo Inosensius dan Romo Primus mendatangi Kantor DPRD Belu, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (3/3). Foto: Pos Kupang.com.

Katoliknews.com – Pastor Paroki Fulur, Romo Primus Seran dan Pastor Rekan Paroki Nualain, Romo Inosensius Nahak Berek mendatangi Kantor DPRD Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 3 Maret 2017.

Kedatangan kedua imam keuskupan Atambua yang bertugas di wilayah Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan ini membawa aspirasi warga dua kecamatan itu terkait padamnya listrik yang sering terjadi dan tanpa adanya pemberitahuan apapun.

Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Junior bersama sejumlah anggota dewan di ruang kerjanya.

Kepada para anggota dewan, kedua pastor ini menyampaikan bahwa sejak Desember 2016 lalu hingga saat ini, listrik di wilayah dua kecamatan itu sering padam tanpa adanya pemberitahuan.

Hal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena beberapa kegiatan besar keagamaan terganggu.

“Sejak sebelum natal tahun lalu sampai perayaan Rabu Abu, listrik sering padam. Biasanya padam sampai dua malam dan dua hari, menyala sebentar lalu padam lagi. Kami melihat pemadaman ini sesuka hati saja. Herannya, ini tanpa ada pemberitahuan sebelum atau sesuah padam. Makanya masyarakat bertanya ada masalah apa ini?” kata Romo Inosensius, sebagaimana dilansir Poskupang.com.

Menanggapi penyampaian ini, Jeremias Manek Junior menyampaikan terimakasih kepada dua imam yang sudah mewakili masyarakat menyampaikan aspirasinya.

Ia segera menghubungi pimpinan PLN Rayon Atambua untuk mendapatkan penjelasan.

Beberapa saat kemudian, perwakilan dari PLN Rayon Atambua tiba di ruang Wakil Ketua DPRD untuk dilakukan rapat dengan dua pastor dan sejumlah anggota DPRD.

Kepada pimpinan dan anggota DPRD, seorang perwakilan menjelaskan, padamnya listrik di wilayah itu lebih disebabkan ganggauan eksternal jaringan seperti adanya tiang listrik yang tumbang atau adanya pohon yang mengenai kabel listrik.

Menurutnya, wilayah dua kecamatan ini sangat rawan gangguan karena banyaknya pohon yang sewaktu-waktu bisa tumbang dan mengenai kabel listrik.

“Dari Desember 2016 memang ada gangguan kecil yang salah satu penyebabnya pohon tumbang. Kalau hari Rabu Abu kemarin itu karena salah satu tiang listrik tumbang akibat pelebaran jalan yang sedang dikerjakan. Kami mohon maaf untuk kejadian ini dan akan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki keadaan,” ungkap Yoseph, salah seorang perwakilan PLN Atambua.

Yoseph mengakui, saat ini sudah ada surat dari kontraktor pelaksana yang mengerjakan ruas jalan dan sedang ditindaklanjuti dengan melakukan pemindahan tiang listrik.

Hanya saja, lanjutnya, ketika tim dari PLN melakukan survey di lapangan, ternyata belum ada tanda pada tiang-tiang yang harus dipindahkan sehingga masih dilakukan koordinasi dengan kontraktor pelaksana proyek pelebaran jalan.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here