Catherine Corless (Foto: Independent).

Katoliknews.com – Pemerintah Irlandia memberitakan telah menemukan kuburan massal berisi sekitar 800 kerangka bayi di dekat bekas panti Katolik bagi para perempuan yang tidak menikah pada hari Jumat, 3 Maret 2017.

Sebagaimana diberitakan Voa Indonesia pada Sabtu (4/3), penemuan ini mengukuhkan klaim seorang sejarawan lokal bahwa bayi-bayi itu mungkin dikubur dalam sebuah kuburan yang tidak bertanda di bekas panti ibu dan bayi Bon Secours di kota Tuam, Irlandia barat.

Komisi Panti Ibu dan Bayi Irlandia mengatakan analisis DNA mengukuhkan usia anak-anak itu berkisar antara 35 minggu sampai tiga tahun.

Catatan menunjukkan, bayi-bayi itu meninggal antara tahun 1925 sampai 1961, tahun terakhir panti itu masih beroperasi.

Mengubur mayat bayi di kuburan tidak bertanda merupakan kebiasaan yang relatif umum di panti-panti yang dikelola Katolik di Irlandia, ketika tingkat kematian tinggi pada awal abad ke-20.

Pemerintah mengadakan sebuah penyelidikan pada tahun 2014 setelah sejarawan lokal, Catherine Corless mencoba melakukan penelitian di Kota Tuam.

“Terjadi kematian bagi hampir 800 anak yang tinggal di fasilitas itu, tetapi rekor penguburan hanya menunjukkan satu bayi,” kata Corless.

Ia ingat bagaimana sejumlah anak laki-laki yang bermain di daerah itu melaporkan melihat tumpukan tulang tersembunyi di sebuah ruang bawah tanah pada pertengahan tahun 1970-an.

“Semuanya menunjuk ke daerah yang menjadi kuburan massal ini,” lanjutnya.

Gereja Katolik menangani banyak layanan sosial di Irlandia pada abad ke-20, sebagian menampung puluhan ribu perempuan hamil yang tidak menikah, termasuk korban pemerkosaan.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

Komentar