Siswa dan siswi SMAK ST Fransiskus Xaverius Ruteng sedang mengerjakan UNBK(Foto: beritasatu.com)

Katoliknews.com – Kepala SMAK St Fransiskus Xaverius Ruteng, Flores, RD Martin William pada hari terakhir penyelenggaraan Ujian Nasional, Kamis, 6 April 2017 berharap serta optimis mendapatkan hasil UN yang memuaskan meski beralih dari metode manual ke ujian berbasis komputer.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan bagian dari komitmen sekolahnya untuk memelihara nilai kejujuran dalam penyelenggaraan ujian.

“Kami bersama dewan guru menyepakati penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2017 dengan sistem berbasis komputer pertama-tama untuk menegaskan komitmen sekolah kami untuk menjaga kejujuran. Ini sudah terbukti. Pada UN 2015 kami mendapat sertifikat kejujuran itu dengan nilai 80,4 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan waktu itu,” jelasnya Rm Martin, sebagaimana dilansir BeritaSatu.com.

Selain itu, Imam Katolik Keuskupan Ruteng ini memaparkan sejumlah hal positif dari penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer.

“Pertama, UNBK meminimalisir permasalahan dalam distribusi soal-soal dari pusat ke satuan-satuan pendidikan. Selama ini banyak terjadi keterlambatan dalam pengiriman. Dengan UNBK, ini bisa teratasi. Soal tiba tepat waktu. Kita tidak direpotkan dengan pengiriman. siswa-siswi menerima token lalu tinggal mengisi sesuai mekanisme,” kata dia.

Kemudian, kata dia, UNBK mempercepat proses penilaian. Dalam sistem ini, pekerjaan para siswa langsung terkirim ke pusat.

“Sistem manual membutuhkan beberapa tahap dan sering tertunda karena faktor alam. Selain itu UNBK menghemat biaya, dibandingkan proses distribusi soal ujian manual yang membutuhkan biaya yang besar,” jelas dia.

“Ini termasuk SMAK St. Fransiskus Ruteng yang baru kali pertama menyelenggarakan ujian seperti ini. Dengan UNBK, siswa-siswi kami menjadi lebih siap untuk mengikuti ujian testing masuk di perguruan tinggi yang banyak menggunakan metode berbasis komputer,” lanjut dia..

Lebih lanjut, Rm Martin menjelaskan persiapan-persiapan yang telah mereka lakukan untuk menghadapi ujian.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah menyelenggarakan bimbingan khusus bagi para siswa peserta ujian nasional. Bimbingan dilakukan selama semester terakhir pada sore hari,” kata dia.

Untuk mendukung kelanjaran Ujian Nasional, SMAK Fransiskus Xaverius telah bekerja sama dengan penyedia layanan internet dan PLN yang ada di Ruteng.

“Syukurlah, mulai hari pertama sampai akhir ujian berjalan lancar. Kami berharap para siswa dapat menyelesaikan proses ini dengan baik,” tutup Rm Martin.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

Komentar