Umat Katolik dan Muslim di Flores Timur Adakan Paskah Bersama

by
Umat Katolik dan Umat Muslim di Honihima, Flores Timur saat mengadakan Paskah Bersama pada Senin, 17 April 2017 lalu (Foto: Pos Kupang).

Katolinews.com – Lebih dari 1000 warga di Honihima, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang merupakan gabungan Umat Katolik dan Umat Muslim mengadakan Paskah Bersama pada Senin, 17 April 2017 lalu.

Sebagaimana dilansir Poskupang.com, seorang warga setempat bernama Maksi Masan Kian pada Senin (17/4) sempat meng-upload beberapa foto acara tersebut ke dalam akun Facebook miliknya.

Pada foto-foto yang diposting tersebut tampak ibu-ibu berjilbab berbaris dan berjabat tangan dengan Umat Nasrani.

“Kutemukan ikon toleransi beragama di bukit Honihama,” tulis Maksi di facebooknya.

Paskah Bersama umat Katolik dan Umat Muslim ini memang menjadi agenda tetap tahunan masyarakat Honihama, Desa Tuwagoetoni Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur .

Sebaliknya, saat Idul Fitri Umat Katolik akan menyambangi rumah-rumah saudara mereka yang beragama Islam.

Paskah bersama tersebut dihadiri oleh wakil bupati Flotim terpilih Agustinus Payong Boli, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Kurang lebih 1.700 umat Katolik dan Islam, Tokoh Agama, tokoh adat, Tokoh Muda, anak sekolah menghadiri tradisi yang terlestari cukup baik itu.

 

Dalam sambutannya, Agus Boli menegaskan nanti setelah dilantik menjadi wakil bupati bersama bupati Antonius Gege Hadjon, keduanya akan serius menjaga nilai toleransi yang menjadi kekuatan lewo-lewo (kampung-kampung) di Flores Timur.

“Jauh dari hiruk pikuk keramaiaan kota, kampung ini telah memelihara nilai luhur bangsa yakni toleransi beragama,” kata dia.

Boli juga meminta setiap Umat yang menghadiri acara Paskah Bersama tersebut untuk berdoa bagi kehidupan beragama di Indonesia yang dalam beberapa waktu terakhir terancam oleh kehadiran sekelompok orang yang kurang menghargai keberagaman yang ada.

“Semoga kehidupan beragama di negara kita tetap terjaga dan segala hal yang dapat memicu kericuhan dapat dihindari,” kata dia.

 

JTP/Katoliknews