Para mahasiswa Universitas Mercu Buana berfoto bersama para lansia di Panti Sosial Trisna Werdha Melania Ciputat, Provinsi Banten. (Foto: Stefan)

Katoliknews.com – Sabtu, 22 April 2017, 40 mahasiswa Katolik di Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta memilih menggelar kegiatan bakti sosial. Mereka mengunjungi Panti Sosial Trisna Werdha Melania Ciputat, Provinsi Banten.

Para mahasiswa ini merupakan anggota kelompok Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St Andreas Avelino UMB.

Sabtu pagi, mereka berkumpul di kampus dan kompak mengenakan kaos oblong hitam bergambar salib di bagian depan serta tulisan KMK St Andreas Avellino di bagian belakang.

Uniknya, mereka memulai tugas mewujudkan kesaksian iman katolik itu di halaman Masjid, di mana mereka membukanya dengan doa bersama.

Menyaksikan pengalaman istimewa itu,  Rosita, salah seorang anggota KMK berkomentar, “Kami memulai sebuah pelayanan kasih dengan merek katolik, tetapi diawali dengan doa dan berkat untuk perjalanan di halaman masjid.”

Usai doa, sebagaimana disaksikan katoliknews.com, pukul 07.30 WIB, dengan wajah penuh senyum sumringah, peserta menumpangi bus kampus UMB berwarna biru menuju Ciputat.

Kegiatan ini diberi nama “Melayani karena kita sudah dilayani.”

Setibanya di panti, diadakan Misa yang dipimpin RD Stefan Kelen, imam Diosesan Pangkalpinang yang sedang studi magister komunikasi di UMB.

Dalam kotbahnya, ia memuji pelayanan kasih dan metode kesaksian iman yang dilakukan KMK UMB.

“Adik-adik ini masih masih muda, tetapi sudah mempunyai agenda untuk melayani kaum lansia,” katanya.

“Dan, harus diakui, jarang terjadi tindakan kepedulian seperti ini lahir dari diri mahasiswa Katolik di universitas swasta non Katolik,” tambah RD Stefan.

Setelahnya, selama kurang lebih empat jam para mahasiswa menemani penghuni panti. Mereka membantu para opa dan oma untuk makan dan kemudian membereskan sampah.

Selain itu mereka menghibur dan memberi semangat kepada para opa dan oma untuk bisa bernyanyi, sambik duduk di kursi roda.

Anggota KMK Universitas Mercu Buana sedang menghibur para lansia. (Foto: Stefan)

Para mahasiswa juga sukses merayu Oma Peny Hirawan, yang berusia 100 tahun untuk tampil berpantun dan bernyanyi.

Irene Trisiani Tjahjawati, penanggungjawab harian Panti Sosial Trisna Werdha Melania mengaku sangat senang dengan kunjungan para mahasiswa ini.

Ia menyebut, ini baru pertama kali mahasiswa datang untuk melayani para lansia.

“Sebelumnya sudah ada mahasiswa dari Binus (Bina Nusantara) dan UPH (Universitas Pelita Harapan) yang datang ke tempat ini, tetapi meraka hanya mewancarai dan belajar mendengar, sehingga tidak lama, tidak sampai sejam,” tuturnya.

“Sedangkan mahasiswa UMB ini datang untuk melayani. Dan hal ini memberi sukacita baru bagi opa oma di panti ini,” tambahnya.

Apa yang disampaikan Irene diakui Oma Nike yang berusia 85 tahun dan Oma Surip yang sudah mencapai 87 tahun. Keduanya mengaku senang dilayani para mahasiswa.

Informasi yang dihimpun katoliknews.com, pencetus bakti sosial ini ini adalah Novhana Iswari dan Fitri Aprilia.  Kedua kemudian mengaku terharu karena merasa pelayanan mereka bisa memuat para opa dan oma bersukacita.

Para mahasiswa bergembira bersama para lansia. (Foto: Stefan)

“Kami memilih tempat ini untuk bisa melayani. Dan rupanya opa oma di tempat ini membuat kami terharu,” ujar Novhana.

“Semua kerja keras kami terbayar oleh semangat dan sukacita opa-oma,” tutur tambah Fitri.

Dennis, ketua panitia acara, mengaku baru pertama kali melakukan kegiatan pelayanan dan kesaksian iman seperti ini.

Oleh karena itu, ia bersama rekan-rekannya mempersiapkan acara ini dengan sungguh-sungguh.

“Kami mempersiapkan acara ini selama satu setengah bulan,” ujar Dennis.

Sementara itu, Hendrik Sito, mahasiswa lain yang beragama Katolik, mengapresiasi dukungan pihak kampus terhadap kegiatan mereka.

Hal itu, kata dia, menjadi mungkin karena rektor UMB pernah mengenyam pendidikan di sekolah Katolik, seperti SMA Kanisius.

“Sehingga tidak heran, setiap kegiatan kekatolikan, sungguh-sungguh difasilitasi oleh kampus,” ujar umat Paroki Maria Kusuma Karmel (KMK) Meruya ini.

“Bus pun disiapkan oleh kampus,” imbuh Hendrik.

Nova/Teresa/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here