Peserta kegiatan menanam mangrove di Semarang (Foto: Tribbunnews).

Katoliknews.com – Para Romo dan Suster dari  St Theresa Bongsari, Paroki Santo Yusuf Gedangan, dan suster-suster dari Penyelenggara Ilahi (PI), serta mahasiswa kaum muda lintas agama mengadakan kegiatan penanaman 10 ribu mangrove di pantai Trimulyo, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 22 April 2017.

Acara yang  bertajuk “Menyentuh Bumi dengan Hati” juga diikuti para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, dan siswa-siswi dari berbagai sekolah sebagai bentuk rasa perduli kepada kelestarian alam sekitar.

“Manusia semua anak bumi. Kita selama ini sudah menyentuh bumi. Tetapi, apakah sudah menyentuh bumi dengan hati, ” kata Romo Agustinus Sarwanto SJ, dari Paroki Bongsari Semarang kepada tribbunnews.

Kegiatan sosial ini sengaja digelar usai perayaan Paskah, yang menurut Romo Agustinus, acara tersebut difokuskan untuk penyelamatan sabuk pantai dengan melakukan pembersihan pantai dan penanaman mangrove kembali sebagai sabuk pantai.

“Kami memang merasa prihatin melihat lingkungan kita yang terus rusak, terutama pantai di Semarang ini. Untuk itu melalui kegiatan ini kami ingin menggugah masyarakat agar peduli terhadap kondisi lingkungan kita. Dengan menanam mangrove maka kita akan melindungi banyak biota laut, dan kami pun mengajak semua elemen bahkan lintas agama untuk bersama mengikuti acara ini, ” kata dia.

Ketua Panitia acara “Menyentuh Bumi dengan Hati”, Ignatius Natalis Utomo menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pasar murah.

“Dengan menyediakan 500 paket sembako murah kami harap bisa membantu beban masyarakat yang tidak mampu, selain itu kami juga mengadakan pemeriksaan dokter gratis terhadap 700 pasien, serta pentas seni, ” ujarnya.

Sementara itu, Ikhwanudin yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, mengaku merasa senang bisa turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Ini bukan kegiatan pertama kali dari kami mahasiswa di UIN, karena kami memang sering melakukan kegiatan serupa karena kami perduli dengan kelestarian alam sekitar. Namun, kami ke 30 peserta dari UIN Semarang, juga senang telah diundang oleh pihak penyelenggara lintas agama,”  katanya.

 

JTP/Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here