Doa dan Kasih

227
Rm Iron Rupa, OFM (Foto: Facebook Iron Rupa).

Kamis, 8 Juni 2017.

Bacaan I, Kitab Tobit 6: 10-11; 7:1.6.8-13; 8:1.5-9. Semoga Tuhan menganugerahkan damai sejahtera kepada kamu berdua.

Bacaan Injil Markus 12:28b-34. Inilah perintah pertama. Dan yang kedua sama dengan yang pertama.

 

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. …Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mrk. 12:30-31).

 

Jawaban Yesus akan hukum yang pertama dan terutama ini diperuntukkan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh seorang ahli Taurat. Sebagai seorang yang setia kepada hukum Musa, pertanyaan ahli Taurat dilatarbelakangi oleh kehidupannya. Ia selalu setia kepada hukum Musa. Namun, apa yang paling utama dan terutama dari semua hukum Musa itu?

Pertanyaan kepada Yesus diajukan untuk mencari jawab atas pencariannya. Dan jawaban Yesus sungguh mengagumkan dan tepat sasar. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia, itulah yang menjadi hukum pertama dan terutama dari semua aturan yang ada.

Sang pencari jawaban atas pergulatannya yakni ahli Taurat pun setuju dengan jawaban Yesus. Baginya jawaban Yesus sungguh benar. Karena mengasihi Allah dengan seluruh hidup kita dan mengasihi sesama kita jauh lebih utama dari segala tata aturan agama, derma-derma yang kita berikan dan korban-korban yang kita lakukan.

Mengasihi Allah dan sesama secara sungguh dengan seluruh hidup kita hanya mungkin jika didasari dengan doa. Dalam bacaan dari Kitab Tobit hari ini, Tobia melakukan perjalanan bersama Azarya bin Ananias, yang sebenarnya adalah Malaikat Rafael. Malaikat Rafael menemani Tobia karena Allah melihat, mendengar dan menemani orang-orang saleh dan keluarganya.

Malaikat Rafael membawa Tobia untuk bertemu Sara, perempuan cantik, anak dari Raguel, kerabat keluarta Tobit. Dan dalam hati keduanya, Tobia dan Sara diberikan benih-benih kasih. Tobia yang memohon agar Sara diberikan sebagai pendampingnya. Raguel setuju. Dan Tobia dan Sara memulai relasi kasih mereka dengan berdoa kepada Allah. Memohon agar kasih yang telah tercurah dalam hati mereka tetap terjaga dan terawat. Mereka berdoa agar dilindungi oleh Kasih Allah, diberikan keturunan yang baik dan menjadi tua bersama.

Semoga kasih kita kepada Tuhan dan sesama, senantiasa didasarkan pada doa yang tulus dan jujur kepada Tuhan agar kita saling diteguhkan, dikuatkan dan care satu dengan yang lain.

Pace e bene

Semoga Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; semoga ia memperlihatkan wajah-Nya kepadamu dan mengasihani engkau. Semoga Ia mengarahkan pandangan-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.(Doa berkat dari St. Fransiskus Assisi)

 

Oleh: Rm Iron Rupa, OFM

Sumber: https://ironrupa.wordpress.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here