Rombongan Siswa SMAK van Lith Kunjungi Surabaya, Dapat Pesan Ini dari Bu Risma

by
Perwakilan guru rombongan SMAK van Lith menyerahkan cindera mata ke Bu Risma (Foto: Detik).

Katoliknews.com – Di sela kesibukan menjalankan tugas-tugas kepemerintahan pada hari Sabtu, 10 Juni 2017, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyempatkan waktu menerima rombongan SMA Katolik Pangudi Luhur Van Lith dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Kepada mereka, Risma membagikan beberapa pengalamannya, termasuk berbagai kiat pemerintahan dan kepemimpinan.

“Hari Sabtu kami di Pemkot Surabaya biasanya kami lembur. Kini jadi keterusan, setiap Sabtu masuk sebagai hari kerja biasa,” kata Risma.

Rombongan siswa SMAK van Lith saat diterima Wali Kota Surabaya (Foto: Detik).

Bertempat di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Risma menerima 18 siswa SMA Katolik tersebut yang didampingi para guru, orangtua dan sejumlah alumni sekolah tersebut.

Dalam pertemuan hampir 90 menit itu, seorang siswa sempat bertanya bagaimana resep Risma dalam menjaga kerukunan antar warga.

Alasan siswa tersebut bertanya demikian karena praktis di Surabaya nyaris tidak terdengar peristiwa gesekan antar kelompok.

“Kita ini diciptakan Tuhan berbeda-beda. Coba kalau semua sama. Sulit kan membayangkan,” kata Risma. Perbedaan kulit, suku, ras, asal daerah dan golongan adalah hal lumrah. “Inilah Indonesia yang terdiri atas berbagai warna perbedaan,” kata dia.

Pelajar SMA Katolik Pangudi Luhur Van Lith dari Muntilan, Magelang berfoto bersama di Taman Surya, Surabaya (Foto: detik).

Risma membeberkan resep pembauran terutama di kalangan siswa dan kaum muda. Ia juga aktif mengampanyekan toleransi di kalangan warga Kota Surabaya.

“Kemarin peringatan HUT Surabaya, kami kedatangan tamu anak-anak Papua. Sehingga sampai saat ini Surabaya dipandang sebagai kota yang damai bagi semua warga,” kata dia.

Tekad Kuat dan Kerja Keras

Siswa lain menanyakan cara Risma mengubah hal-hal yang kecil menjadi luar biasa. Ada pula yang menanyakan resep kepemimpinan Risma.

Walikota perempuan pertama di Surabaya itu lantas mengajarkan tentang tekad yang kuat dan kerja keras.

“Mulanya dari situ. Kalau orang lain bisa, maka saya pasti bisa. Kalau yang lain belajar 2 jam, saya belajar 4 jam. Setiap hari saya tidur antara 2-3 jam. Kemudian harus disiplin. Contoh kecil, saya selalu bangun pukul 04.00,” kata Risma.

Ia berpesan, jangan pernah berharap berhasil kalau tidak ada tekad yang kuat, kerja keras dan disiplin.

“Tanpa itu, jangan harap berhasil,” kata dia.

Ia juga mewanti-wanti kepada para siswa agar tidak sombong, sebaliknya juga tidak rendah diri.

“Kalau kita sombong maka akan cepat puas diri, dan berhenti di situ. Juga kalau kita rendah diri, maka sulit bagi kita untuk bangkit dan berkembang,” kata Risma.

Dalam pertemuan itu. Risma juga menceritakan kisah pertemuannya dengan Pangeran Charles saat diundang ke London, kemudian akan bertemu dengan Raja Belgia dan miliyader sekaligus mantan wali kota New York City Michael Bloomberg.

“Anak-anak pasti bisa dengan capaian-capaian itu. Tidak hanya saya saja. Yang lain juga bisa. Tuhan itu Maha Adil. Percaya dan yakini itu,” kata Risma.

 

JTP/Katoliknews/News.detik.com