Yesus Diutus Karena Kasih Allah Bagi Kita

261
Romo Iron Rupa, OFM (Foto: Facebook Iron Rupa).

HARI MINGGU BIASA X, 11 JUNI 2017 – HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Bacaan I, Kitab Keluaran 34:4b-6:8-9. Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati.

Bacaan II, Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 13:11-13. Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus.

Bacaan Injil menurut Santo Yohanes 3:16-18. Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.

 

“Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16)

Demikianlah inti bacaan Injil hari Minggu ini, ketika Gereja merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus. Allah kita adalah Kasih. Ia berbelas kasih dan penuh kerahiman. Karena kasih-Nya yang besar, Allah mengutus Putera Tunggal-Nya ke dunia. Maksud dari perutusan ini adalah bahwa setiap orang yang percaya kepada Putera, Yesus Kristus akan diselamatkan. Mereka dijauhkan dari kebinasaan dan mereka memperoleh hidup yang kekal. Sebab percaya kepada Yesus Kristus berarti percaya kepada Allah Bapa sendiri yang mengutus-Nya.

Kita diingatkan dalam bacaan Injil Yohanes hari minggu ini bahwa, Allah yang memberi Yesus kepada kita tidak bertujuan untuk menghukum kita. Yesus tidak hadir ditengah-tengah kita untuk menghitung berapa banyak dosa kita. Dan sesudah itu, Ia memberikan hukuman atau ganjaran kepada kita berdasarkan dosa-dosa kita. Sebaliknya, Yesus Kristus datang untuk membawa sukacita dan keselamatan kepada kita tanpa kecuali, kepada masing-masing kita. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yoh. 3:17).

Syarat untuk memperoleh keselamatan Allah lewat Yesus Kristus sangat sederhana yakni percaya kepada Yesus Kristus. Dibutuhkan keterbukaan dari pihak kita kepada ajaran Yesus Kristus. Kita diajak untuk mendengarkan sabda-Nya, merenungkannya dan melaksanakannya dalam keseharian hidup kita. Percaya kepada Yesus berarti melaksanakan apa yang kita percayai yakni meneladani bagaimana Yesus Kristus bertutur dan bertindak selama hidup-Nya.

Namun harapan ini tidaklah mudah. Mengikuti Yesus Kristus dengan setia, bertutur dan bertindak sesuai dengan ajaran-Nya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Alasan kesulitannya, bukan terletak pada ajaran Yesus Kristus yang sulit atau hidup yang baik dan benar menurut Yesus Kristus tidak relevan dengan semangat dunia yang kita hidupi. Tetapi alasan yang pertama dan terutama karena kita cenderung dan lebih suka hidup dalam dosa, dalam kegelapan dan dalam kejahatan. “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” (Yoh. 13:19).

Yesus adalah terang sejati yang datang untuk menerangi dunia. Namun kita kerap kali menolak terang dan kebaikan Yesus Kristus dengan mengatakan hal-hal buruk dan bertindak jahat kepada sesama kita. Kita kerap melukai hati orang lain dengan tutur kata dan tindakan kita.

Karena kecenderungan kita terarah kepada yang buruk dan jahat sehingga mengakibatkan dosa, maka Allah Bapa mengirim Roh Kudus, Roh Penuntun hidup kita agar kita mampu melakukan hal-hal yang baik, benar dan sesuai dengan iman pada Yesus Kristus. Membuka diri dan membiarkan Roh Kudus tinggal dalam hidup dan hati kita membawa akibat bahwa kita digerakkan untuk selalu mencari Terang Sejati dan tekun melaksanakan hal-hal yang baik dalam keseharian hidup kita.

Demikianlah, karya penyelamatan Allah terwujud. Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia dan keselamatan kita berasal dari Allah, lalu Allah mengutus Yesus Kristus untuk melaksanakan karya penyelamatan-Nya di dunia ini dan akhirnya Allah mencurahkan Roh Kudus kepada kita agar Roh Kudus menjaga kelestarian dan keberlangsungan karya penyelamatan Allah lewat orang-orang yang percaya kepada Putera yang diutus Allah sendiri. Di sinilah, Tritunggal mahakudus merancang, memulai, melaksanakan dan merawat karya penyelamatan ini. Dalam Tritunggal relasi kasihlah yang mendasari karya penyelamatan ini.

Semoga hidup kita didasari dan dibangun pula atas dasar kasih kepada Allah Tritunggal dan sesama kita. Apapaun dan kapanpun, semoga kasih Allah senantiasa terpancar dari cara kita bertutur dan bertindak kepada sesama kita.

Selamat Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Tuhan memberkati.

Pace e bene

Semoga Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; semoga ia memperlihatkan wajah-Nya kepadamu dan mengasihani engkau. Semoga Ia mengarahkan pandangan-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.(Doa berkat dari St. Fransiskus Assisi)

 

Oleh: Rm Iron Rupa, OFM

Sumber: https://ironrupa.wordpress.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here