Panggung dan spanduk ucapan Selamat Merayakan Idul Fitri dipasang umat Katolik di depan Gereja St Ignatius Manado.(Kompas.com/Ronny Adolof Buol)

Katoliknews.com – Sebuah panggung kecil didirikan di depan Gereja Katolik St. Ignatius Manado. Panggung itu tepat di depan bangunan gerbang gereja yang megah.

Bercorak dominan warna biru latar belakang itu menyiratkan suasana Lebaran. Dua replika beduk menghiasi panggung kecil itu. Di depan panggung sebuah spanduk terbendang.

Pastor Paroki, DPP dan Umat Paroki St. Ignatius – Manado mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H. Mohon maaf lahir dan batin” demikian bunyi tulisan pada spanduk tersebut.

Panggung dan spanduk itu memang sengaja disediakan oleh pihak gereja sebagai ungkapan penghormatan bagi warga Muslim di Kota Manado, yang sedang merayakan Idul Fitri.

Pastor Paroki St Ignatius Frans Mandagi Pr menjelaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut menunjukkan betapa pentingnya jalinan kebersamaan hidup umat beragama.

“Meski terlihat sederhana namun makna yang disampaikan sangat kuat. Posisi gereja St Ignatius kebetulan berada di dalam kota jadi sangat pas untuk menyampaikan pesan pentingnya menjalin kebersamaan,” ujar Pastor Mandagi.

Menurut dia, meski berbeda agama, namun perbedaan itu akan terasa indah jika warga saling menjaga dan menghormati satu sama lain.

“Pemasangan ornamen hari raya keagamaan ini memang rutin dipasang di halaman gereja ini. Sekarang umat muslim sedang merayakan Lebaran, kami turut mengucapkan selamat Idul Fitri,” kata Pastor Mandagi.

Pada malam sebelumnya, pawai takbiran yang dilaksanakan di Kota Manado berjalan dengan tertib dan lancar.

Gubernur Olly Dondokambey melepas peserta pawai dari halaman Kantor Gubernur di jalan 17 Agustus. Walikota Manado Vecky Lumentut menyambut peserta pawai di lokasi finis di depan Masjid Miftahul Jannah di Jalan Pierre Tendean.

Polda Sulut menerjunkan 1.000 personel yang disebar untuk menjaga keamanan pawai malam takbiran.

Kompas.com/Katoliknews

Komentar