800 Anak Asal Manado, Ambon, dan Makassar Ikuti Jambore Sekami di Minahasa

306
Belasan anak menari Kabasaran saat menyambut kedatangan peserta Serikat kepausan anak dan remaja misioner (Sekami) dari Keuskupan Makassar di Emmanuel Amphitheater Catholic Youth Center Lotta Kabupaten Minahasa, pada Selasa (27/6/2017). Foto: Tribbunews.

Katoliknews.com – 800 anak yang tergabung dalam Serikat kepausan anak dan remaja misioner (Sekami) dari Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Ambon, dan Keuskupan Manado berkumpul di Emmanuel Amphitheater Catholic Youth Center Lotta Kabupaten Minahasa pada Selasa, 27 Juni 2017.

Dilansir Tribbunews, anak-anak tersebut berkumpul di Minahasa, Sulawesi Utara untuk mengikuti kegiatan Jambore.

Ketua Panitia Pastor Frans Mandagi mengatakan, kegiatan Jambore Sekami Regio Makassar, Ambon, dan Manado (MAM) ini akan dilaksanakan sejak 27 Juni hingga 30 Juli 2017.

“Secara keseluruhan ada 800 peserta Sekami dari tiga provinsi yang ambil bagian dalam kegiatan kali ini,” ujar Pastor Mandagi kepada Tribbunnews.

Ia mengatakan, selama tiga hari mengikuti kegiatan Jambore para peserta akan diberi tempat tinggal secara acak.

“Kami ingin mereka membaur satu dengan yang lain dan saling berbagi pengalaman pengetahuan satu dengan yang lain,” kata dia.

Nantinya, lanjut Pastor Mandagi, ada juga beberapa kegiatan seperti katakase, outbound, kunjungan keluarga, doa, dan ekaristi yang akan diikuti peserta.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan Jambore Sekami ini anak-anak bisa lebih bermisi di manapun mereka ditempatkan. Selain itu kegiatan ini juga kiranya bisa menciptakan anak-anak yang punya semangat doa, derma, kurban, dan kesaksian,” ucap Mandagi.

Sementara itu, Everdinus yang merupakan peserta asal Ambon mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

“Ini pertama kalinya ke Manado, dan saya bisa dapat pengalaman serta teman baru. Pokoknya Manado keren,” ungkapnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan, Uskup terpilih Manado Mgr Rolly Untu, dan Uskup Agung Makassar Mgr Jon Likuada.

 

JTP/Katoliknews

Komentar