Komisi Kepemudaan Kevikepan Ruteng Gelar Kemping Rohani

oleh
Upacara penyambutan rombongan OMK bersama sejumlah pastor pendamping. (Foto: Floresa)

Katoliknews.com – Komisi Kepemudaan Kevikepan Ruteng, Keuskupan Ruteng memeriahkan Tahun Pewartaan dengan mengadakan kemping akbar untuk Orang Muda Katolik (OMK) yang berlangsung pada 30 Juni-2 Juli 2017.

Kegiatan yang ini digelar di Paroki St. Klaus Kuwu, Flores itu diikuti 1.320 orang dari 24 paroki di wilayah Kevikepan Ruteng.

Rangkaian acara diawali dengan pawai pada 30 Juni, di mana seluruh peserta berkumpul di pertigaan jalan menuju Kuwu, tepatnya di kampung Cireng dan membentuk pasukan deville.

Para penari menyambut anggota OMK yang berarak menuju Aula Paroki St Claus Kuwu pada Jumat, 30 Juni 2017. (Foto: Floresa)

Mereka kemudian berarak menuju Aula Paroki St Claus, lalu disambut di depan gerbang SMP-SMA St. Claus dengan kepok – ritus adat Manggarai untuk menerima tamu – yang dibawakan oleh tetua adat dari Paroki St. Claus.

Hadir dalam acara penyambutan ini Vikep Ruteng, Rm Geradus Janur Pr; Ketua Komisi Kepemudaan Kevikepan Ruteng, Rm Frans Sawan Pr; Moderator OMK se-Kevikepan Ruteng, Rm Benny Denar Pr; Pastor Paroki dan Pastor Kapelan St. Claus Kuwu, Rm Gebi Harim Pr dan Rm Gusti Ganggung Pr serta Dewan Paroki St. Claus Kuwu.

Agenda Kemping

Selama kemping berlangsung, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang terjadwal secara teratur.

Pada hari pertama, tepat pukul 17.00 WITA diadakan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Rm Benny Denar Pr.  Lagu-lagu selama Misa dibawakan oleh OMK dari beberapa paroki.

Pada malam hari, diadakan Lomba Mazmur dan beberapa lomba lain.

Pada hari kedua, kegiatan dibuka dengan acara sharing Kitab Suci. Para peserta melawan dinginnya hawa dengan saling berbaur dan berbagi dalam kelompok-kelompok sharing. Teks Kitab Suci yang direnungkan adalah 2 Raja-raja 4:8-17.

Setiap peserta juga membagi pengalamannya selama menjadi bagian dari OMK. Mereka menyatakan, banyak nilai positif yang didapat ketika bergabung dalam wadah OMK, diantaranya adalah  bisa berteman dengan banyak orang, saling berbagi semangat dan bisa melatih mental sebagai bagian dari generasi muda.

Setelah sarapan pagi, diadakan diskusi bersama Andre Garu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan tema ‘Ekonomi Kreatif’. 

Usai diskusi, acara dilanjutkan dengan Lomba Paduan Suara hingga pukul 15.00 WITA.

Pada malam hari, semua peserta mengikuti acara malam keakraban, di mana setiap paroki menampilkan kebolehan masing-masing dalam lagu, tari, drama-musikal dan sulap. Acara ini berlangsung hingga pukul 00.00 WITA.

Pada hari terakhir, tepat pukul 09.00 WITA semua peserta terlibat dalam kegiatan olahraga. Siangnya,  dilangsungkan Misa Penutup yang dilanjutkan dengan resepsi di Aula Paroki.

Selama resepsi para peserta dihibur dengan acara-acara kreatif dari setiap paroki yang ditutup dengan pembacaan juara dari setiap perlombaan. 

OMK Ekukardo Juara Umum

Dari setiap cabang perlombaan selama acara ini, yakni Membawakan Mazmur (Putra & Putri) dan Lomba Paduan Suara, semuanya dimenangkan oleh OMK Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong (Ekukardo).

Juara kedua dan ketiga loma Paduan Suara diraih oleh Paroki St. Vitalis Cewonikit dan Paroki St. Michael Kumba.

Sementara itu, juara kedua dan ketiga Lomba Mazmur kelompok putri adalah  Paroki Rejeng-Ketang dan Paroki Kristus Raja Mbaumuku. Untuk kelompok putra diraih oleh Paroki St. Nikolaus Golodukal dan Paroki St. Vitalis Cewonikit

Ditemui terpisah, Yos Dongku, Ketua OMK Ekukardo mengatakan, kunci kesuksesan mereka terletak pada kekompakkan tim yang sudah terjalin selama ini.

“Kami tidak pernah menyangka akan menjuarai perlombaan ini, sebab banyak juga tim yang hebat,” katanya. “Namun kami bersyukur karena kekompakkan yang terjalin selama ini akhirnya membuahkan hasil,” jelas Yos.

Rm Frans Sawan, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng mengatakan, dalam perlombaan-perlombaan itu, menjadi juara bukanlah hal yang paling utama, tetapi bagaimana semua bisa terlibat, menghargai proses dan dapat belajar sesuatu yang positif.

“Kegiatan ini dibuat untuk mengakrabkan Sabda Allah dalam diri OMK,” katanya.

Mengakarkan dan Mengakrabkan Sabda Allah

Rm Benny Denar mengatakan, kemping ini bertujuan menyadarkan OMK bahwa mereka adalah bagian utuh dari Gereja, bukan sebagai tamu.

“Secara spesifik tujuan kegiatan ini adalah untuk mengisi Tahun Pewartaan tingkat Keuskupan Ruteng. OMK harus berakar dan mengakarkan diri pada Sabda Allah, sehingga mereka dapat tampil sebagai saksi bagi sukacita Injil di dalam dunia,” katanya.

Tujuan ini tampak dalam tema kemping, yaitu ‘Berakar Dalam Sabda Allah dan Terdepan Bersaksi’ serta theme song OMK yaitu ‘Sukacita Injil’ yang dinyanyikan selama pembukaan dan penutup kegiatan, juga dalam beragam jenis perlombaan berbasiskan Kitab Suci yang diadakan pada berbagai kategori usia.

Sementara itu Tomy Dagung, Ketua OMK Kevikepan Ruteng, yang juga menjadi ketua panitia kegiatan merasa senang dan bangga karena banyak OMK yang terlibat.

Menurutnya, kegiatan ini mempererat relasi, kebersamaan dan kekeluargaan antaranggota OMK se-Kevikepan Ruteng.

“Tidak mudah meng-handel 1.400-an peserta. Banyak hal yang masih menjadi pekerjaan rumah panitia, tetapi saya mengapresiasi semua usaha dan kerja ekstra panitia,” katanya.

Katoliknews/Floresa

Tulisan sebelumnya dimuat di Floresa.co.