Para Uskup di Filipina: Konflik di Marawi Bukan Perang Agama

by
Gerbang masuk kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan (Foto: ist).

Katoliknews.com – Para Uskup Filipina mengeluarkan pernyataan bahwa konflik yang terjadi di Marawi bukanlah perang agama atau antar keyakinan tertentu, Senin 10 Juli 2017.

Dilansir Beritasatu.com, mereka mendesak semua Umat beragama di Filipina agar bekerja sama untuk perdamaian.

“Kami menangis dari dalam hati kami. Perang di Marawi, tidak lagi! Perang di Marawi, tidak lebih!,” demikian bunyi pernyataan Para Uskup.

Meskipun faktanya bahwa kelompok Maute adalah kelompok Islam garis keras dan memiliki hubungan dekat dengan ISIS, Para Uskup mengingatkan kisah-kisah bagaimana warga Muslim telah melindungi dan menolong umat Kristen untuk keluar dari situasi buruk selama dua bulan terakhir.

“Bahkan sekarang, umat Kristen membantu ribuan Muslim yang melarikan diri dari Marawi demi keselamatan mereka. Ini adalah tanda yang tidak terbantahkan bahwa tidak ada perang agama,” tambah mereka.

Para militan dari kelompok Maute menyerang Kota Marawi sejak 23 Mei lalu terbentuk pada 2012 dan telah bersumpah setia kepada ISIS pada 2015.

Kekerasan di Marawi dimulai setelah tentara dan polisi gagal menangkap seorang pemimpin militan Islam, Isnilon Hapilon.

Hingga kini, Maute masih menyandera sekitar 100 warga sipil, yang dimanfaatkan sebagai perisai manusia, pembawa amunisi, dan penghalang tandu.

 

JTP/Katoliknews