Gereja Katolik di Nigeria Diserang Orang Bersenjata

oleh
Gereja St Phipil Ozubulu Nigeria (Foto: Kompas.com).

Katoliknews.com – Serangan hingga menewaskan setidaknya 11 orang dan lebih dari 18 lainnya terluka terjadi di gereja Katolik St. Philip di Ozubulu, dekat kota Onitsha, Nigeria pada Minggu 6 Agustus 2017 waktu setempat.

Demkian informasi yang disampaikan pihak kepolisian setempat seperti yang dilansir bbc.com, Senin, 7 Agustus 2017.

Tapi, terkait pelaku penyerangan, polisi masih belum mengetahuinya secara jelas apakah dilakukan oleh satu orang atau sekelompok orang. Polisi mengatakan, penembakan tersebut merupakan buntut perseteruan antara warga Nigeria dari Ozubulu yang tinggal di luar negeri.

Komisaris Polisi Negara Bagian Anambra Garba Umar mengatakan, bahwa kekerasan tersebut mungkin terkait dengan perdagangan narkoba.

Ia mengatakan pria bersenjata itu direkrut untuk membunuh seorang pria setempat yang saat itu diyakini berada di Gereja Katolik St Philip.

Seorang ekspatriat Nigeria yang terlibat dalam perseteruan itu adalah salah satu yang membangun gereja tersebut, tambah Umar dalam sebuah pernyataan.

Pastor Paroki Jude Onwuaso mengatakan, awalnya adalah kedatangan seorang “pemuda atau mungkin pria dewasa” memasuki gereja dan mulai menembak.

“Setelah tembakan-tembakan pertama dilepaskan, ia lalu menembaki lagi, dan saya kira orang-orang yang tewas adalah korban rentetan tembakan yang kedua. Ketika saya kembali, saya menemukan sejumlah jemaat paroki saya meninggal, sekitar lima atau enam tahun orang.

“Banyak orang terluka, ada yang tertembak di perut, ada yang tertembak di kepala dan ada yang tertembak di tangan.”

Namun seorang pegiat hak asasi manusia setempat mengatakan bahwa ada lebih dari satu penyerang dan sasaran mereka adalah putra seorang tokoh di sana.

Mereka tidak menemukannya di rumahnya dan menjadi marah karena tidak dapat menemukannya di gereja, tutur Emeka Umeagbalasi mengatakan kepada kantor berita AFP.

Pihak berwenang mengatakan mereka tidak yakin ada keterlibatan kelompok militan Islam Boko Haram, yang telah membakar ratusan gereja selama pemberontakannya di timur laut negara tersebut.

j-aR/Katoliknews