Menteri Ignatius Jonan bersama Isterinya, saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan-Italia.

Jakarta, Katoliknews.com – Berstatus satu-satunya menteri beragama Katolik di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, tidak pernah membuat Ignatius Jonan merasa sebagai seorang yang berasal dari kelompok minoritas.

Bagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, prinsip 100 % Indonesia, 100% Katolik senantiasa menjadi pegangannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang abdi negara.

“Memeluk agama Katolik, yaitu keyakinan saya sendiri secara pribadi kepada Tuhan yang saya percaya,” kata Jonan saat menghadiri Konferensi Umat Katolik Indonesia di Unika Atma Jaya Jakarta, Sabtu 12 Agustus 2017.

Dirinya mengaku tidak pernah merasa ada perbedaan dirinya dengan siapa pun, terutama dalam lingkungan kabinet. “Kalau kebetulan saya satu anggota kabinet yang beragama Katolik, ya itu kebetulan saja,” tegasnya.

Bagi Jonan, Pancasila adalah jalan kehidupan. Maka, Pancasila itu harus menjadi landasan hidup berbangsa dan dan bernegara, bagi suku dan agama apapun. Sementara itu, perbedaan suku dan agama, tegasnya sebaiknya tidak dipertentangkan.

“Boleh saja orang itu punya perbedaan ikut keyakinan tertentu dan kepercayaan tertentu itu ngak jadi masalah. Tapi dalam berbangsa dan bernegara itu satu, yaitu Pancasila. Itu saja,” ujarnya.

Lalu terkait politik identitas yang kerap warnai situasi politik nasional, Jonan menganggap sebagai tanggung jawab pihak-pihak terkait.

“Itu pilihan ya, karena setiap orang punya hak politik masing-masing dan itu dijamin dengan Undang-Undang,” tutupnya.

Selain Menteri Jonan, dalam konferensi ini, hadir pula Menteri Pertahanan Jendral TNI (Purn) Ryamizard Riacudu, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Konferensi ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Antonius Subianto Bunyamin OSC serta akan ditutup oleh Ketua Komisi Kerawam KWI, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

j-aR/Katoliknews

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here