Ilustrasi

Katoliknews.com – Pimpinan gereja Katolik Saint Joseph di kota Tilburg-Belanda, Pastor Jan van Noorwegen, mengaku kecewa dengan keputusan Kejaksaan setempat yang menolak pengaduan dari pihaknya setelah dua orang aktor difilmkan tengah beradegan seks di dalam bilik pengakuan dosa gereja tersebut.

Pastor Van Noorwegen mengaku khawatir kasus seperti ini akan preseden di masa depan.

“Bayangkan saja, adegan di gereja itu bisa saja suatu saat akan terulang di balai kota atau restoran,” katanya seperti dikutip stasiun televisi setempat, Omroep Brabant yang dilansir bbc.com, Rabu, 16 Agustus 2017.

Otoritas hukum Belanda mengakui film porno tersebut telah menyinggung gereja, tetapi saat ini tidak ada lagi undang-undang di Belanda yang mengatur tentang penistaan agama.

Video tersebut telah diunggah di sebuah situs porno Belanda pada awal tahun ini yang dimuat di situs resmi bintang porno Belanda, Kim Holland, pada Januari lalu.

Kim sendiri telah meminta maaf dan mengatakan video tersebut dibuat oleh produsen dari luar. Dia juga berjanji tidak akan memunculkan lagi video tersebut di situsnya, demikian dilaporkan stasiun televisi setempat, Omroep Brabant.

Seorang pejabat gereja lainnya mengeluhkan apa yang disebutnya keselahan dalam sistem hukum Belanda.

Pastur Van Noorwegen kemudian menggelar Misa hari Minggu untuk meminta pengampunan atas penodaan terhadap gerejanya.

Pihak berwenang gereja sebelumnya membawa kasus ini kepada jaksa penuntut umum, yang kemudian menyatakan tidak akan menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami menganggap film itu masuk kategori penistaan atau penghujatan, tetapi masalah tidak diatur dalam perangkat hukum kita, sehingga sulit untuk benar-benar mengatakan itu sebagai tindak pidana. Penghujatan bukanlah sebuah kejahatan,” kata juru bicara Kejaksaan.

Sementara itu, seorang pejabat senior di gereja tersebut, Harrie de Swart, mengaku tercengang dengan keputusan jaksa. Padahal, menurutnya, pembuat film harus memanjat pagar untuk mencapai bilik pengakuan dosa di dalam gereja itu.

j-aR/Katoliknews

Komentar