Mahasiswa Katolik Jakarta Pentaskan Teater “Demi Indonesia”  

322
Mahasiswa Katolik Jakarta Saat Pementasan Teater. (Foto: Panitia).

Jakarta, Katoliknews.com – Sejumlah mahasiswa Katolik dari Unit Tengah, Unit Timur, Unit Barat, Unit Atma Jaya dan Unit Selatan yang tergabung dalam Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) pentaskan teater bertema “Demi Indonesia” di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Teater yang dicetuskan Romo Antonius Didit Soepartono, selaku Moderator Unit Timur pada kegitan Temu Mahasiswa KAJ pada September 2016 lalu di Talita Mountain Resort-Jawa Barat itu mengisahkan tentang eksistensi Gereja Katolik pada masa-masa awal perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ceritanya dimulai dari misi Romo Van Lith, salah satu imam Jesuit asal negeri Belanda yang dikirim ke Muntilan-Jawa Tengah untuk membaptis orang-orang disana.

Di sana, Misi Van Lith mendapat cukup banyak tantangan. Misalnya, Jepang yang saat itu menjajah Indonesia mulai berusaha menguasai banyak hal, termasuk harta-harta milik Gereja.

Saat itu kondisi umat Katolik terdesak, Soegijapranata, uskup pribumi Indonesia pertama berkeras hati untuk melawan diplomasi, hingga akhirnya Indonesia dan Gereja Katolik Indonesia pun mendapat pengakuan dunia.

Kemudian, cerita dilanjutkan dengan beberapa babak perjalanan umat Katolik di Jakarta hingga dewasa ini.

Venantius Vladimir Ivan Pratama, penulis naskah sekaligus sutradara dan ciptoning mengungkapkan alotnya persiapan sampai pada hari pementasan. Setelah melewati masa persiapan selama kurang lebih 6 bulan, seluruh pemain dan crew akhirnya dengan bangga mempersembahkan kolaborasi acting, tari dan nyanyian dalam satu panggung.

“Sebuah pementasan yang dilakukan oleh gabungan dari mahasiswa berbagai unit ini awalnya menimbulkan kesan pertama, apakah bisa. Mengingat jarak antara Jakarta ini begitu padat dan waktu begitu sempit.”

“Namun dengan berjalannya waktu, mahasiswa dan crew pementasan mampu untuk membuktikan komitmennya. Tekun latihan, tekun belajar, walau tidak ada yang sempurna. Namun semua bisa di atasi. Semoga proses ini berlanjut dan pada akhirnya memuliakan Tuhan,” unkap Ivan.

Sementara itu, Hestomo selaku pimpinan produksi mengatakan komitmen dan kerja keraslah yang membuat teater tersebut bisa digelar.

“Butuh kerja keras untuk menyatukan semua mahasiswa Katolik dari berbagai unit. Tapi akhirnya memuaskan dan menyenangkan. Semoga persatuan dari pementasan ini jangan hanya berhenti di hari itu saja, mari kita nyatakan”, ujarnya.

Lalu, mewakili Keuskupan Agung Jakarta, selaku Ketua Komisi Sosial (Komsos) Romo Harti Sulistyo mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersembahkan teater tersebut.

“Saya mewakili Keuskupan mengucapkan terima kasih kepada  para mahasiswa PMKAJ seluruh unit yang sudah menyajikan pertunjukkan yang luar biasa. Memberikan semangat kepada kita untuk terus berjuang “Demi Indonesia”. Semoga karya ini tidak berhenti disini, tetapi berlanjut ke depan dan mengingatkan kita untuk terus bersatu dalam keberagaman Indonesia”, ucap Romo Harti.

Teather diakhiri dengan lagu “Demi Indonesia” yang dibuat oleh Romo Didit Soepartono. Berikut penggalannya,

“Wujudkan sikap makin adil

Wujudkan sikap makin beradab

Demi Kerajaan Allah di bumi Indonesia

Demi Indonesia…..”

Romo Didit berharap, pemetasan teather tersebut bisa menggerakkan kaum muda, khususnya mahasiswa Katolik untuk berpikir tentang bangsa dan negara.

“Semoga nilai-nilai Kristiani yang disampaikan dalam pementasan ini dapat menggerakan para mahasiswa untuk semakin adil dan beradab di bumi Indonesia, seperti lagu Demi Indonesia”, tutup Romo Didit.

Lebih dari 650 pengunjung dalam dua kali pementasan menyaksikan teater ini. Bukan hanya mahasiswa, termasuk para Romo, Suster, Frater, kalangan keluarga serta umat dari agama lain.

Hieronimuns Kopong Bali/j-aR/Katoliknews.

1 COMMENT

  1. Sungguh ingin ku berkata pada penulis artikel ini, bahwa sesungguhnya “Ciptoning Hestomo” adalah sebuah kesatuan nama orang. :)) *colek bung itok*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here