Oktober Mendatang, Pemuda Katolik Gelar Rapimnas II di Bali

229
Karolin Margaret Natasa (kedua dari kiri) Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia.

Katoliknews.com – Pemuda Katolik (PK) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II di Bali pada tanggal 20-22 Oktober 2017. Rapimnas ini mengambil tema “Konsolidasi dan Kaderisasi Organisasi untuk Mewujudkan Kader yang 100 Persen Katolik dan 100 Persen Indonesia”.

Rencananya, Rapimnas akan dibuka oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Demikian pernyataan pers Ketua Panitia Pengarah Yuristinus Oloan dan Sekretaris Panitia Pengarah Rapimnas II PK Alfonsus B. Say seperti diberitakan jpnn.com, Senin, pekan lalu.

Yuristinus menjelaskan pemilihan tema Rapimnas II tahun ini diharapkan akan lahir program-program konkret dan inovatif untuk mencetak kader-kader PK  yang populis, andal, terampil, kompetitif, mandiri, dan kreatif.

Menurutnya, hal tersebut penting karena tantangan bangsa Indonesia saat ini sudah nampak di depan mata yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN-red). Pertarungan MEA niscaya sedikit banyak telah memasuki wilayah desa. Dengan demikian, masyarakat desa diharapkan memiliki keunggulan, terampil, berdaya saing, paham teknologi dan memiliki kompetisi standar internasional.

Selain itu, kader-kader bisa mendorong masyarakat untuk menjaga kedaulatan NKRI dari berbagai gerakan-gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa dan Pancasila.

Sementara itu, Alfonsus B. Say menambahkan, Rapimnas II ini merupakan kelanjutan dari Rapimnas I di Solo tahun 2016 lalu.

Menurut Alfons, selain Menko Puan Maharani yang membuka Rapimnas II, sejumlah menteri dan tokoh sebagai pembicara seminar yakni Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Pertahanan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika. Pembicara lainnya adalah beberapa tokoh dan elite politik di Bali.

Alfons menambahkan peserta Rapimnas II akan dihadiri perwakilan dari 30 Komisariat Daerah (KOmda) di seluruh Indonesia dan undangan dari ormas Katolik dan ormas lainnya.

Wadah Strategis

PK merupakan sebuah wadah strategis untuk mengefektifkan gerak, dinamika, dan proses perubahan dalam sebuah cita-cita dan tujuan bersama. PK menjadi wahana bagi aktualisasi pembinaan dan perjuangan. Melalui organisasi ini, diharapkan sederap langkah, sinergis, dan sepemahaman dalam menerjemahkan cita-cita serta tujuan perhimpunan dalam kinerja organisasi yang solid.

“Di sinilah PK diharapkan menjadi kekuatan yang ampuh dalam rangka merealisasikan gerak dan tujuan organisasi,” ujar Yuristinus.

Terkait penyelenggaraan Rapimnas II, kata Yustinus, sesuai keputusan Kongres PK di Batam tahun 2015. Sebelumnya telah dilaksanakan  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, April 2015, dan Rapimnas I di Solo tahun 2016.

Saat itu, Rakernas mengangkat tema “Menghadirkan Peran Pemuda yang Terampil di Tengah Umat dan Masyarakat Berbasis Desa Berdasarkan Pancasila”.

Salah satu rekomendasi eksternal adalah memperkuat desa melalui kader-kader PK yang terampil untuk memberdayakan masyarakat desa agar menjadi desa yang mandiri, terampil, kuat, dan demokratis melalui kegiatan-kegiatan pendampingan yang kreatif dan inovatif.

jpnn/j-aR/Katoliknews

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here