Katolik Bangka “Lahir” di Sungaiselan

oleh
Mgr Adrianus Sunarko OFM ditemani Romo Pramodo dan beberapa umat berziarah ke makam "Rasul awam" Perintis Katolik di Bangka" (foto : Rm Nugroho SS.CC)

Katoliknews.com—Berbicara soal sejarah awal Gereja Katolik di Bangka, Kota Sungaiselan dan Paulus Cen On Ngie adalah dua nama yang tak bisa dipisahkan.

Paulus Cen On Ngie, seorang imam sekaligus tabib asal Tiongkok memulai karya dan pengembaraannya di kota yang berjarak sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang, tahun 1830. Tepatnya 187 tahun silam.

“Dari Sungaiselan inilah awal mula adanya orang Katolik di Bangka, bahkan di sini dulu pusat pelayanan gereja Katolik ke Sumatera seperti Palembang, Jambi dan lainnya,” jelas Ketua Panitia Tahbisan Mgr Sunarko, RD Agustinus Dwi Pramodo kepada Kades dan rombongan, Jumat (14/9/2017).

Meski Mgr Adrianus Sunarko baru akan ditahbiskan Sabtu (23/9/2107), namun Mgr Sunarko bersama rombongan telah melakukan napak tilas dan berziarah ke makam Paulus Cen On Ngie. Kedatangan Mgr Sunarko bersama rombongan disambut Danramil, Kadus dan Kades Sungaiselan. Hari ini, tepat 146 tahun silam Paulus Cen On Ngie wafat.

Dalam kesempatan yang sama, Danramil Sungaiselan Buta Butar berjanji akan menelusuri penguasa tanah seputar makam Paulus Cen On Ngie yang sekarang sudah tidak terawat dan ada di tengah hutan tersebut.

“Kami akan membantu menelusuri pemilik tanah ini sekarang. Membantu mempertemukan pemilik tanah dan pihak keuskupan untuk membebaskan tanah seputaran makam ini” ungkap Butar Butar.

Romo Pramodo mengatakan, kalau sudah dibebaskan menurut rencana Gereja Katolik akan membangun semacam taman tempat ziarah dan berdoa. Dari makam Paulus Cen On Ngie, rombongan bergerak menuju tanah yang dulu merupakan gereja pertama.

Pada lokasi tersebut terlihat seonggok bekas fondasi batu karang yang sudah berlumut di tanah yang sekarang berada di tengah perkampungan dan sudah menjadi kebun warga.

“Sayangnya, saksi yang benar melihat gereja ini sudah tidak ada. Tapi, dari mulut ke mulut kami tahu bahwa tempat ini merupakan tempat bersejarah, dan ada yang mengatakan bahwa di sini tertanam salib emas,” ungkap Kades Sungaiselan kepada rombongan.

Masih menurut rencana, pihak Keuskupan Pangkalpinang akan melakukan negosiasi untuk membebaskan lahan di bekas gereja tersebut untuk dibuat semacam prasasti guna mengenang sejarah yang ada.

“Kita berharap bisa bekerjasama dengan warga Sungaiselan untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu objek wisata sejarah yang tentunya akan memberi banyak keuntungan bagi kita bersama,” harap Pramodo.

Cintia/Katoliknews