Rayakan Bulan Kitab Suci Nasional, SMP Katolik Ketang-Rejeng Gelar Berbagai Perlombaan

oleh
Suasana Lomba di SMP Katolik St. Stefanus Ketang. (Foto: Floresa.co).

Ruteng, Katoliknews – SMP Katolik St. Stefanus Ketang, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar berbagai perlombaaan terkait kitab suci untuk merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2017. Perlombaan itu dimulai Kamis, 21 sampai Selasa, 26 September 2017.

Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan SUKMA Keuskupan Ruteng itu tercatat konsisten menyelenggarakan perlombaan Kitab Suci memperingati BKSN pada bulan September setiap tahun.

Kali ini, bertempat di aula Thomas Krump adalah Kepala Sekolah, Romo Valerianus Paulinus Jempau, yang membuka rangkaian perlombaan.

“Bulan Kitab Suci Nasional adalah moment bagi kita umat Katolik untuk semakin mencintai, akrab dan memahami Kitab suci,” ucap imam yang akrab disapa Romo Lerry itu dalam sambutan seperti diberitakan Floresa.co, Jumat, 22 September 2017.

Lebih lanjut, Pastor Kapelan Paroki Rejeng ini menekankan bahwa berbagai perlombaan Kitab Suci tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan Tahun Pewartaan 2017 sesuai dengan hasil sinode III Keuskupan Ruteng.

“Karena itu, kita semua diajak, baik siswa maupun para guru untuk mengikuti sejumlah dinamika dari aneka lomba dengan serius sehingga boleh mengambil hikmah demi pengembangan iman dan pendidikan karakter siswa,” katanya.

Adapun jenis perlombaannya ialah membaca, kuis, dan dramatisasi Kitab Suci yang selalu dibawakan setiap tahun.

Sementar itu, untuk tahun ini, ada  tambahan jenis perlombaan, yaitu narasi Kitab Suci dan mazmur tanggapan.

Hari pertama, Kamis, 21 September, panitia menjadwalkan lomba kuis. Atmosfer keimanan dan keilmiahan berpadu menjadi satu sehingga event ini menjadi begitu menarik untuk diikuti.

Para utusan dari masing-masing kelas yang terdiri dari tiga orang tampil sangat baik, mampu menguasai materi yang diperlombakan sehingga pada umumnya mereka mampu menjawab setiap pertanyaan dengan sangat baik.

Para penonton sekaligus pendukung dari setiap kelas terlihat sangat antusias.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan Bonefasius Co’o mengatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seperti ini merupakan kekayaan yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan demi mempertahankan kekhasan lembaga pendidikan Katolik.

“Jangan hanya menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas belaka, melainkan juga sebagai kesempatan untuk terus belajar, berubah dan berbuah demi mewartakan Sabda Allah di tengah dunia,” tegasnya.

Mengakhiri kegiatan hari pertama, Pastor Valerianus kembali menghimbau agar para guru dan siswa terus mempertahankan kultur persaingan sehat seperti ini sampai akhir kegiatan.

“Perlombaan ini (diselenggarakan) agar pengetahuan siswa-siswi tentang Kitab Suci semakin bertambah dan persiangan akademik di kalangan siswa-siswi semakin berkompetitif,” tutup alumnus Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo itu.

j-aR/Katoliknews⁠⁠⁠