Tahbisan Mgr Adrianus Sunarko OFM, Peristiwa Episkopal Nan Harmoni

by
Saat Bapak Uskup Mgr Adrianus Sunarko OFM berkeliling memberkati umat ( foto : fy)

Katoliknews.com—Pada siang itu, sabtu, 23 September 2017, tidak ada mendung di kota Pangkalpinang. Kota itu, adalah ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Sebuah provinsi di Tanah Melayu yang terkenal dengan julukan Negeri Serumpun Sebalai.

Di kota inilah, tepatnya di Stadion Depati Amir, terik panas matahari, tak menyurutkan seratus enampuluhan imam bersama 21 Uskup mengiringi Mgr Dr Adrianus Sunarko OFM. Sebab hari itu, Mgr Adrianus Sunarko OFM ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang.

Prosesi pun dimulai dari pintu utama stadion. Ratusan imam dan 21 Uskup berjalan melewati tengah lapangan bola, dan terlihat rapih dalam empat baris, menuju altar. Sedangkan di tengah lapangan ratusan penari berbusana merah putih, tak pernah lelah mengaktraksikan tarian dalam balutan lenggak lenggok Melayu.

Di belakang barisan imam, Mgr Aloysius Sudarso SCJ mempimpin barisan para Uskup karena Uskup Agung Palembang ini didaulat menjadi Uskup Pentahbis. Mgr Darso SCJ didampingi oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono dan Mgr Leo Laba Ladjar OFM.

Secara liturgis Mgr Adrianus Sunarko OFM pun resmi menjadi Uskup Keuskupan Pangkalpinang, manakala Mgr Darso SCJ memimpin para Uskup menumpangkan tangan secara bergilir ke aras kepala Mgr Adrianus Sunarko OFM.

Ritus penumpangan tangan diawali dengan uskup terpilih berlutut. Uskup penahbis utama mengenakan mitra lalu mendekati uskup terpilih dan menumpangkan kedua tangannya ke atas kepala uskup terpilih tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Gerak gerik liturgis yang sama, juga dilakukan Mgr Harun Yuwono dan Mgr Leo Laba Ladjar OFM beserta semua uskup lainnya juga menumpangkan tangan, tanpa kata, secara bergantian.

Upacara tahbisan uskup dimulai dengan koor dan umat menyanyikan lagu roh kudus, pengajuan uskup terpilih dan pembacaan surat pengangkatan dari Paus Fransiskus oleh sekretaris Duta Vatikan untuk Indonesia.

Lantas, setelah itu, uskup terpilih mengucapkan janji, dan didampingi Minister Provinsial OFM, Pater Mikhael Peruhe OFM dan Ketua Unio Keuskupan Pangkalpinang , RD Ferdinandus Meo Bupu.

Tiba-tiba, uskup terpilih meniarap di depan posisi berdirinya. Semua Uskup dan imam, terlihat serempak ikut berlutut, dan pada saat itu, seorang solis menyanyikan litany orang kudus yang ditanggapi oleh umat. Usai penumpangan tangan dan doa tahbisan, di situlah diamanatkan bahwa Keuskupan Pangkalpinang resmi memiliki uskup baru.

“Saudara saudari terkasih, keuskupan Pangkalpinang kini mempunyai seorang uskup baru yang akan memimpin serta mempersatukan umat pada Kristus, memperhatikan keselamatan serta hidup bersatu sehati sejiwa dalam suka dan duka. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan kita semua dengan gembira menyambut Bapak Uskup Mgr Adrianus Sunarko OFM sebagai pemimpin Keuskupan Pangkalpinang,” ungkapan doa Mgr Aloysius Sudarso SCJ sebagai penahbis utama.

Empat ribu lebih umat yang hadir pun menyambut penuh iman gembala yang baru sambil bernyanyi dan bertepuk tangan.

Uskup Mgr Narko OFM Berkeliling Memberkati Umat dan Keluarga

Ritual liturgis yang satu ini terbilang unik. Pasalnya, usai komuni kudus, Mgr Sunarko OFM dengan tongkat kegembalaannya mengenderai mobil terbuka, berkeliling di lapangan hijau itu, untuk memberikan berkat episkopalnyta kepada umat Allah yang hadir dalam perayaan.

“Terlihat mulia nan harmoni seperti, Paus yang sedang berkeliling memberi berkat dalam lawatannya ke Negara- Negara,” celetuk Romo Andreas Naraama Lemoro Pr yang ketika itu duduk di samping saya pada barisan imam.

Mgr Narko pun terlihat terus memancarkan senyum di saat memberikan berkatnya. Sesampai di deretan tempat duduk keluarga, Mgr Sunarko OFM terlihat turun dari mobil dan memberikan berkat khusus kepada ibu bersama saudara-saudarinya.

Suasana menjadi sacral dan mengharukan, ketika Mgr Sunarko memberikan tanda salib pada dahi ibunya. “Cuaca panas terasa adem,” ungkap Romo Yustin Talaleng.

Perayaan ini menurut Romo Hans Jeharut Pr, mengutamakan dimensi kekeluargaan dan harmoni. “Bayangkan saja, yang ikut menari itu bukan hanya orang katolik, tetapi juga dari umat Muslim, Budha, Kong Fu Chu dan gereja-gereja lain,” tutur Sekretaris II Panitia Tahbisan ini.

Tidak heran pemandangan harmoni lain yang terpantau oleh katoliknews adalah ratusan petugas keamanan, dari Kepolisian Daerah (Polda) Babel tampak begitu gagah mengawal perayaan bersejarah Keuskupan Pangkalpinang itu.

“Pada akhir perayaan, para polisi memohon agar ID Card kepanitiaan yang mereka kenakan, tidak dikembalikan ke panitia. Mereka ingin menjadikan ID Card itu sebagai kenangan-kenangan. Sebab bagi mereka tidak mungkin mereka bisa bertugas pada sebuah moment tahbisan seperti itu lagi, karena moment ini bagi mereka adalah peristiwa yang langkah,” tutur ketua Panitia Tahbisan, Romo Agustinus Pramodo Pr.

Stefan/Katoliknews