Guru Sekolah Menengah Agama Katolik di NTT Adakan Pembinaan Kompetensi

oleh
Guru-guru SMAK Regio NTT, Peserta Pembinaan Kompetensi Pendidik. (Foto: Floresa.co).

Ende, Katoliknews.com – Sebanyak 50 orang guru dan kepala Sekolah dari 9 Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) regio Nusa Tenggara Timur (NTT) adakan pembinaan kompetensi tenaga pendidik di Hotel Flores Mandiri, Ende pada Selasa, 26 September hingga, Jumat, 29 September 2017.

Guru-guru itu berasal dari SMAK St. Mikhael Solor, SMAK St. Karolus Riung, SMAK St. Maria Imakulata Adonara, SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, SMAK St. Peregrinus Laziozi Watumingan Mbata, SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka, SMAK St. Petrus Kewapante-Maumere, SMAK St. Dominikus Tambolaka-Sumba Barat Daya, dan SMAK St. Thomas Morus Ende.

Selain itu, hadir pula 4 orang perwakilan dari Ditjen Bimas Katolik di Jakarta, Direktur Pendidikan Katolik Regio NTT, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, dan beberapa narasumber.

Yustina Srini, selaku ketua panitia penyelenggara manyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mewujudkan seorang guru dan tenaga pendidik yang menguasai bidang tugasnya baik secara teoretis maupun praksis sehingga disebut sebagai guru profesional.

Untuk menjadi guru profesional, tegasnya, tenaga pendidik terus memperbaharui pengetahuan dan keahliannya sesuai dengan tuntutan zaman.

“Atas dasar inilah panitia menggodok tema. “Dengan Pembinaan Kompetensi Tenaga Pendidik Sekolah Menengah Agama Katolik, Kita Bangun SMAK Sebagai Lembaga Pendidikan Terpercaya’,” katanya.

“Tujuannya, peserta dapat menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan, mengembangkan kompetensi personalnya, dan membangun rasa percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai guru,” sambungnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Fransiskus Endang, Direktur Pendidikan Katolik Regio NTT. Dalam kata sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua elemen Sekolah dan Yayasan untuk mendukung kehadiran SMAK.

“Setiap SMAK dan Yayasan, mesti berinisiatif menjalin kerja sama dengan pihak-pihak swasta ataupun pemerintah dan mencari donatur,” katanya.

Endang juga menginformasikan perlunya persiapan setiap SMAK di Regio NTT menyambut akreditasi sekolah. Agar proses akreditasi ini berjalan lancar, ia berharap setiap sekolah disarankan membangun komunikasi dengan dinas-dinas terkait dan rekan-rekan sekolah.

“Usaha ini bertujuan untuk mengecek segala kekurangan dan kendala-kendala sekolah yang perlu ditangani dengan cepat. Persiapan setiap sekolah ini mendukung proses akreditasi secara efektif,” katanya.

Pembukaan kegiatan ini juga dimeriahkan oleh paduan suara dari siswa-siswi SMAK St. Thomas Morus Ende. SMAK ini merupakan pelopor utama kehadiran Sekolah Menengah Agama Katolik pertama di NTT.

Sumber: Floresa.co

j-aR/Katoliknews