KWI: Gereja Katolik Terus Inklusif dengan Agama Lain

by
Mgr Ignatius Suharyo. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)  mengatakan, Gereja Katolik  terus membuka diri, membangun dialog dengan agama lain.

Dialog ini penting untuk membangun sikap saling mengenal satu sama lain, meruntuhkan berbagai kecurigaan dan mengikis fanatisme.

Kata Mgr Suharyo, dengan dialog, gereja ingin meneruskan misi Tuhan yaitu merobohkan tembok-tembok pemisah dan membangun jembatan persahabatan dengan semua orang demi terwujudnya persaudaraan sejati yang mengarah pada hidup bersama yang lebih damai dan tentram.

Persaudaraan, lanjutnya,  ini diperkuat dengan melakukan kegiatan kekeluargaan dan kemanusiaan seperti silaturahmi saat perayaan hari besar keagamaan, bakti sosial lintas Iman, pertemuan rutin para tokoh lintas agama dan keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Hidup bertetangga dengan baik. Lakukan tindakan kreatif dalam amalkan Pancasila yang miliki gagasan, gerakan dan transformasi sosial. Jika terkait pendidikan, kesehatan itu gerakan tradisional tetapi memang akan terus dijalankan,” kata Mgr Suharyo saat konferensi pers hasil sidang tahunan KWI 2017 di Kantor KWI di Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Hadir mendampingi Mgr Suharyo dalam konferensi pers tersebut, Sekretaris Jendral KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin dan Sekretaris Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau Romo Paulus Christian Siswantoko.

Hasil sidang menyatakan bahwa Gereja Katolik di nusantara hadir lewat pendidikan, pelayanan, kesehatan dan tindakan amal-amal kasih. Saat ini wajah Gereja dalam bidang-bidang tersebut ingin terus ditampilkan dengan meningkatkan mutu pelayanan bagi semua orang.

Melalui pendidikan, Gereja juga dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak dan kaum muda, sehingga makin baik dan benar memahami gagasan Pancasila dan makna nilai-nilainya. Hal ini diharapkan membuat generasi muda mau dan mampu membuat gerakan bersama yang memperkuat persaudaraan.

Pernyataan ini disampaikan Mgr Suharyo berdasarkan pesan sidang yang menyimpulkan Panggilan Gereja Membangun Tata Dunia. KWI sendiri telah menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6 hingga 16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema Gereja yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia.

“Gerakan kreatif ini dalam Gereja Katolik perlu dipikirkan oleh tiap masing-masing Keuskupan. Karena kehadiran gereja di tiap Keuskupan di daerah berbeda-beda antara yang satu dan yang lain,” ujar Mgr Suharyo.

Aria