Mgr Adrianus OFM : “Br. Yan Hebat dalam Tindakan”

224
Pengurus Yayasan Yanuar Husada berfoto bersama Uskup Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM

Katoliknews.com–Salak Bangka dijadikan manisan//Jika rasa kelat jangan dimakan//Belajarlah sederhana dalam ucapan//Tetapi hebat dalam tindakan. Itulah Bruder Yan.

Frase di atas adalah isi pantun yang didaraskan Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Soenarko OFM saat memberi sambutan dalam perayaan hari ulang tahun ke-80 Bruder Yanuar Husada SSCC di The Gale-Gale Ballroom, Jalan Soekarno Hatta, Bangka, Sabtu (20/1/2018) malam.

Mgr Adrianus menggambarkan bagaimana seorang Bruder Yan yang sederhana itu ternyata hebat dalam karyanya.  Lewat sentuhan Bruder Yan, mereka yang sakit dan kadang divonis dokter tak ada harapan lagi untuk sembuh menjadi berbalik setelah menjalani pengobatan komplementer Bruder Yan.

Andika Gautama, seorang rekan Bruder Yan dari Yogyakarta dalam sambutannya memberi kesaksian bagaimana dunia medis memvonis anaknya sebagai anak hiperaktif dan hanya akan mampu sekolah hingga kelas 4 SD.

“Suatu hari Bruder Yan melihat anak kami mengkonsumsi obat (kimia-red) dan Bruder Yan katakan stop. Jangan berikan racun kepada anakmu. Berkat Bruder Yan dan jamunya, anak kami akhirnya bisa terus sekolah dan tahun ini akan meraih gelar sarjana di Singapura,” ujar Andika Gautama didamping istrinya, Weni.

Sempat juga memberi sambutan, dokter Paulus W. Halim dari Tangerang yang juga adalah Pengurus Yayasan Yanuar Husada. Dokter Paulus adalah seorang ahli bedah lulusan Padua, Italia, yang juga membuka praktek pengobatan dengan herbal sejak tahun 1982.

“Dokter Paulus adalah pemakai terbanyak ramuan jamu dari Bruder Yan,” ujar Marshel Supartono selaku MC sekaligus Pengurus Yayasan Yanuar Husada.

Terlahir di sudut kota Meerssen, Belanda, 17 Januari 1938, biarawan yang telah mengabdikan diri di  Indonesia, khususnya Pulau Bangka, sejak 53 tahun silam ini tampak terlihat bahagia.

Bruder Yan, begitu biasa ia disapa, mendapat salaman dari banyak tamu yang hadir malam itu. Bak artis terkenal, banyak di antara tamu yang hadir selalu minta foto bersama Bruder Yan.

Selama 53 tahun menjalani hari-hari sebagai “orang Bangka”, awalnya Bruder Yan berkarya di bidang pertukangan dan bangunan. Banyak gereja dan sekolah di Pulau Bangka yang ia rancang dan bangun, namun 36 tahun terakhir perjalanan waktu mengubah “garis tangannya” dari tukang kayu menjadi penyembuh.

Sempat mendapat penolakan dari kalangan gereja, lewat karya di bidang penyembuhan, sejak awal Bruder Yan yakin bahwa pengobatan adalah pilihan untuk berbuat baik.

Proficiat atas ulang tahun ke-80 Bruder Yan. Vivat ad multos annos, ad summam senectutem.(Semoga panjang umur, mencapai usia tertua-red).

Fennie/Karoliknews

Komentar