PMKRI Larantuka Perjuangkan Nasib Seorang Janda

29
PMKRI Larantuka saat bertemu menemui Ibu Yuliana Deran di halaman rumahnya, Jumat (23/2/2018). Foto: Pos Kupang.

Katoliknews.com – Koordinator Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Larantuka Marselinus Atapuken bersama teman-temannya didampingi pembinanya mendatangi kediaman seorang janda bernama Yuliana Deran pada Jumat, 23 Februari 2018.

Dilansir Poskupang.com pada Sabtu (24/2), PMKRI Cabang Larantuka mendatangi kediaman Yuliana (53 tahun) karena ingin membantu masalah yang sedang menimpa Yuliana.

PMKRI menilai ada ketidakadilan dalam kasus yang menimpa Janda Yuliana dan akan membantu memperjuangkan hingga tuntas guna mendapat kejelasan soal tanah warisan dari almarhum suaminya.

Marselinus Atapuken mengatakan kasus tersebut sudah pernah difasilitasi di Pengadilan Larantuka dan bahkan dilapor resmi ke Polres Flores Timur.

“PMKRI Larantuka dalam waktu dekat akan beraudiensi dengan Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyanto. Kita akan bertemu kapolres menanyakan kelanjutan dari laporan mama Yuliana ini,” kata Marselinus.

Ia mengatakan, Yuliana terpaksa hidup berpindah-pindah karena warisan tanah satu-satunya dari almarhum suaminya di kompleks Pertokoan di depan Katedral Larantuka telah dijual tanpa sepengetahuan Yuliana sendiri.

“Mama Yuliana sudah mencari keadilan ke Kantor Pertanahan Larantuka, Kantor Polres Flotim dan Kantor Pengadilan Larantuka. Namun perjuangannya sia-sia. Sampai saat ini hak warisan dari suaminya ia tidak dapat, sementara lokasi yang menjadi warisan suaminya telah pindah tangan atas nama orang lain,” lanjut dia.

Yuliana Deran, lanjut Marselinus, pernah mempertanyakan mengapa tanah yang menjadi hak suaminya malah di atasnya terbit sertifikat atas nama orang lain.

“Padahal ia tinggal di rumah itu salama 30 tahun sejak 1990-an, dan selama 20 tahun telah membayar pajak atas lahan itu,” tutupnya.

 

Katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here