Kamis Putih, Kardinal Ini Akan Basuh Kaki Orangtua Buruh Migran Korban Pembunuhan

126
Kardinal Luis Antonio tagle dari Manila membasuh kaki seorang mantan pecandu narkoba pada perayaan Kamis Putih tahun 2017. (Foto: Roy Lagarde/Ucanews.com)

Orangtua dari seorang buruh migran yang menjadi korban pembunuhan dan seorang imam yang pernah disandera termasuk dalam daftar orang-orang yang akan dibasuh kakinya oleh Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila pada perayaan Kamis Putih tahun ini, demikian menurut ucanews.com, Kantor Berita Katolik Asia.

Dari 12 orang yang akan mengikuti ritual pembasuhan kaki di ibukota Filipina itu adalah Pastor Teresito Sugando yang pernah disandera oleh kelompok ekstremis bersenjata tahun lalu.

Imam berusia 57 tahun dari Marawi itu telah mengupayakan dialog Kristen-Muslim di Mindanao, Filipina bagian selatan, sebelum ia ditangkap pada Mei tahun lalu.

“Bahkan setelah mengalami siksaan sebagai seorang sandera … ia masih percaya akan peningkatan pemahaman dan perdamaian di kalangan masyarakat,” demikian pernyataan dari Katedral Manila.

Pastor Sugando dinyatakan sebagai “saksi hidup dan mercusuar iman dan persekutuan” pada perayaan Tahun Klerus dan Kaum Tertahbis” di Filipina.

Orangtua dari Joanna Dernafelis, seorang buruh migran yang ditemukan tewas di dalam sebuah mesin pendingin di Kuwait, juga termasuk dalam daftar “12 Rasul” yang akan dibasuh kakinya oleh Kardinal Tagle.

Orangtua Dernafelis, Crisanto dan Eva, menjadi “saksi” akan penderitaan masyarakat Filipina yang bekerja di luar negeri karena mempertaruhkan nyawanya agar keluarga mereka yang hidup di kampung halaman bisa hidup layak.

Jenazah asisten rumah tangga yang dimutilasi itu ditemukan pada Januari lalu di dalam sebuah mesin pendingin di sebuah apartemen kosong di Kuwait di mana ia bekerja untuk seorang pria yang berasal dari Libanon dan istrinya yang berasal dari Suriah.

Otoritas mengatakan buruh migran itu sudah meninggal lebih dari setahun.

Ritual pembasuhan kaki merupakan tradisi yang dilakukan pada perayaan Kamis Putih untuk memperingati pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus.

Tahun lalu, Kardinal Tagle membasuh kaki para pengguna narkoba dan aparat kepolisian sebagai “gestur perdamaian” setelah ribuan orang dilaporkan terbunuh dalam perang melawan narkoba yang dilakukan pemerintah.

Selain Pastor Soganub dan orangtua Dernafelis, prelatus itu juga akan membasuh kaki sepasang suami-istri warga asing yang mengungsi ke Filipina akibat persekusi agama.

“Ini adalah misi baru bagi Gereja Filipina, membuka lebar tangan kami untuk Saudara-Saudari seiman yang menderita persekusi di negara mereka,” kata Kardinal Tagle.

Pernyataan dari Katedral Manila itu menyebutkan bahwa ritual Kamis Putih itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan penderitaan para pengungsi.

Komisi Pastoral Migran Konferensi Waligereja Filipina melaporkan bahwa ada sekitar 30 pengungsi yang tengah dilayani Gereja setempat. Sebagian besar berasal dari Pakistan.

Sekitar 600 pengungsi dan pencari suaka lainnya tercatat dalam daftar pemerintah. Sebagian besar berasal dari Iran, Suriah, Pakistan dan Somalia.

Perwakilan masyarakat miskin perkotaan dan masyarakat adat yang meninggalkan rumah mereka akibat konflik bersenjata di Mindanao serta anggota militer akan menjadi bagian dalam ritual tersebut.

Mereka dipilih untuk mendengar panggilan Paus Fransiskus untuk “merangkul semua orang yang meninggalkan rumah mereka akibat perang dan kelaparan atau yang terpaksa mengungsi akibat diskriminasi, persekusi, kemiskinan dan kerusakan lingkungan.”

Sumber: Ucanews.com

Komentar