Anak-anak BIAR St Paulus Ranai yang ikut bersukacita ketika Paskah bersama di pantai (foto : katoliknews)

Katoliknews.com—Hari-hari ini umat Katolik sedang bersukacita karena Paskah. Untuk umat di Wilayah St Paulus Ranai, Natuna, perayaan Paskah tahun ini tetap seperti paskah pada tahun-tahun sebelumnya.

Tetapi ketika diamati secara seksama, katoliknews.com menemukan, ternyata paskah tahun ini umat di daerah perbatasan dengan laut China Selatan itu tampil lebih semangat.

Cerita tentang perbedaan perayaan paskah tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya dikisahkan oleh koordinator wilayah (baca : stasi), dokter Robert Situmorang.

“Paskah tahun ini, kelihatan banget umat begitu semangat dan juga lebih guyup,” ungkap Robert Sitomorang di Ranai, Rabu 4 April 2018.

Menurut Robert lagi, semangat kebersamaan itu diperlihatkan karena gedung gerejanya yang sedang dibangun itu kian hari kian terlihat progresnya.

“Apalagi tahun ini sudah mulai tampak bangunan gereja kita,” dokter spesialis kandungan di RSU Ranai ini.

Semangat kebersamaan dan sukacita paskah juga terlihat dalam diri umat Transmigrasi SP III Ranai. “Biar kita sedikit kita tetap kompak, kami menghindari saling cemburu dan walaupun agak jauh dari gereja, kami tetap ke gereja,” ungkap Paulus Suryadi, umat di SP III.

Sedangkan umat diaspora yang tinggal di transmigrasi Batu Ubi, tidak ketinggalan memperlihatkan sukacita paskah di wajah mereka. Pasalnya, walaupun berjarak 40 an kilometer dengan Gereja keluarga Nikolaus Darso dan keluarga Polisi Raja Oloan Purba tetap setia mengikuti perayaan pekan suci.

“Walaupun pakai motor, kami tetap bersukacita, seperti motto Bapak Uskup Mgr Adrianus Sunarko OFM, hendaklah pulau-pulau bersukacita,” tutur umat Transmigrasi Batu Ubi, Nikolaus Darso.

Umat Natuna menyiapkan kunjungan perdana Bapak Uskup

Setelah paskah, umat di perbatasan ini mempunyai kesibukan baru. “Setelah paskah ini, kami mempersiapkan segala hal berkaitan kunjungan perdana Bapak Uskup Mgr Adrianus OFM pada bulan Agustus nanti,” ungkap Robert Situmorang.

Menurut Koordinator Wilayah St Paulus Ranai ini,  Bapak Uskup akan berada di Ranai. “Selain memberi sakramen krisma, Monsinyur juga akan kunjungan ke KBG St Angela di Pulau Sedanau dan KBG lain di Ranai,” imbuh dokter Robert.

Robert menyakini kunjungan Uskup nanti akan semakin membawa sukacita bagi umat yang kini jumlahnya bertambah itu.

“Jumlah umat sekarang terdaftar 300 an jiwa,” ungkap Robert Situmorang lagi. Tetapi kata dia, jika ditambah dengan umat perantau lain yang yang belum terdata, jumlah umat di Natuna bisa mencapai  400an jiwa. “Paling banyak umat di ranai, sekitar 200 an jiwa,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Robert, setiap KBG, mempunyai agenda rutin, sharing injil, dan aksi nyata mingguan,  dan BIAR setiap minggu. “Sedangkan yang tidak rutin, mengunjungi orang sakit, dan kegiatan karitatif lain,” imbuhnya.

Dalam pengakuan koordinator wilayah, salah satu kelebihan umat  di Natuna adalah mempunyai kerinduan untuk berkomunio. “Saya lihat ada kerinduan umat untuk berkomunio karena kebanyakan umat banyak adalah pendatang,” tutur Robert.

Lantas kata Robert lagi, umat asli atau yang lahir dan besar di Natuna pun selama ini, merasa minoritas sehingga ada kerinduan untuk berkumpul. “Maka setiap kali tahun baru ada tradisi kunjungan ke Batu Ubi dan natal kunjungan ke rumah-rumah,” pungkas Robert.

Komunio umat di perbatasan itu begitu terawatt, karena ada semangat ketetanggaan. Begitulah, Henky Simomora menyebutnya.

Menurut Henky, di Natuna, komunikasi antar umat, tidak terasa seperti umat di paroki-paroki di kota-kota, di mana umatnya tidak saling mengenal. “Di Natuna, semangat kekeluargaan masih terasa, karena sama-sama saling mengenal,” pungkas ketua Panitia Paskah Wilayah St Paulus Ranai ini.

Stefan/Katoliknews

 

Komentar