Pesan Vatikan untuk Para Biarawati: Bijaklah Manfaatkan Media Sosial

142

Lewat salah satu dokumen yang dipublikasi pekan ini, Vatikan menitipkan pesan khusus untuk para suster: utamakan doa dan kurangi aktivitas di media sosial.

Vatikan mengatakan, sebanyak 38.000 biarawati dianggap terlalu banyak mengunggah status media sosial dan membaca berita sehingga mengganggu tugas utama mereka yaitu berdoa.

Pesan dalam dokumen berjudul “Cor Orans” atau “Hati yang Berdoa” itu mengingatkan para biarawati untuk mengaplikasikan Konstitusi Apostolik Paus Fransiskus yang diterbitkan pada 2016.

Konstitusi itu sebenarnya merupakan panduan tentang cara hidup di biara, selain membicarakan tentang topik hukum, administrasi, dan spiritual.

Dan, meski aturan itu tidak melarang para biarawati bermain media sosial, tetapi diharap para biarawati itu menggunakan medsos dengan bijak.

Dokumen tersebut dirilis dalam sebuah jumpa pers di Vatikan pada Selasa, 15 Mei 2018 oleh Uskup Jose Rodriguez Carballo.

Panduan itu memperingatkan akan kemungkinan hilangnya makna kontemplasi ketika biara dipenuhi suara, berita, dan kata-kata.

Para biarawati harus menggunakan media sosial dengan bijak sebab tujuan mereka hidup di biara adalah untuk melakukan kontemplasi dengan komunikasi seperlunya.

Suster mengambil foto selfie saat audensi mingguan Paus Fransiskus pada 8 April 2018 di Basilika St Petrus, Vatikan. (Foto: AFP/ TIZIANA FABI)

“Jangan menjadikan media sosial menjadi kebiasaan untuk membuang waktu atau melarikan diri dari tuntutan hidup membiara,” demikian isi dokumen itu.

“Jangan jadikan media sosial menjadi perusak pekerjaan kalian atau menjadi penghalang kehidupan yang kalian dedikasikan untuk komtemplasi,” lanjut panduan itu.

Carballo menambahkan, dokumen itu dibuat setelah Vatikan melakukan konsultasi dengan sejumlah biara terkait peningkatan kehidupan yang lebih baik bagi para biarawan. 

Komentar