Menteri Agama Dukung Penyelenggaran Pesta Paduan Suara Katolik

71
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Liputan6).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaran Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional yang bakal digelar di Ambon, Provinsi Maluku pada akhir Okotober hinggal awal November mendatang.

Ia pun menyebut bahwa itu bukan hanya pesta umat Katolik, tetapi pesta bersama seluruh masyarakata Indonesia.

Dalam pertemuan dengan panitia kegiatan ini, Jumat, 18 Mei 2018 di kantornya, Lukman  menerima laporan persiapan dari Ketua Panitia Pelaksana Pesparani 2018, Zeth Sahuburu yang didampingi oleh Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN), dan para pimpinan umat beragama Provinsi Maluku.

LP3KN adalah lembaga yang dibentuk oleh Menteri Agama untuk mengadakan Pesparani Katolik tingkat nasional, s sementara di tingkat daerah dibentuk LP3KD.

Dalam pertemuan itu Zeth menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat Maluku sudah siap untuk melaksanakan Pesparani yang akan digelar pada 27 Oktober – 2 November mendatang.

Bagi Provinsi Maluku, kegiatan tingkat nasional seperti ini bukanlah hal baru. Tahun 2012, merek berhasil menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk umat Islam. Begitu pula dengan umat Protestan telah sukses mengadakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) pada tahun 2015.

Menurut Zeth, yang juga menjabat sebagai Plt. Gubernur Provinsi Maluku ini, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan umat beragama tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa Maluku merupakan laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Maka dalam kesempatan ini saya mengikut sertakan para pimpinan umat beragama dari Maluku. Kita ingin menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia dan lebih dari itu ingin menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di dunia”.

Menanggapi pernyataan ini Lukman, memberikan penghargaan yang tinggi atas kesediaan dan kesiapan Ambon untuk menjadi tuan rumah Pesparani yang pertama ini.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi bagi Plt Gubernur, pimpinan provinsi, dan tentunya tokoh-tokoh agama di Maluku yang telah menunjukkan untuk kesekian kalinya betapa bangsa ini lebih mengedapankan kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan ini.”

Bagi Lukman, kerukunan dan kedamaian ini adalah wajah masyarakat Indonesia yang sebenarnya.

“Dan sekali lagi, Ambon bisa menjadi tempat ajang kegiatan umat beragama tingkat nasional. Kegiatan ini bukan hanya ditunjukkan kepada bangsa Indonesia saja tetapi juga dunia bahwa kedamaian dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia memang begitulah adanya,” katanya.

Sebelum menemui Menteri Agama, panitia pelaksana Pesparani juga bertemu dengan pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Rombongan diterima oleh Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo dan beberapa uskup lainnya.

Dalam kesempatan itu Uskup Keuskupan Ambon Mgr. Mandagi yang mendampingi rombongan menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat di Ambon sangat mendukung kegiatan ini.

“Yang bertanding orang Katolik tapi yang menyelenggarakan orang Maluku. Di atas segala-galanya adalah kasih. Kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia,” ujar Mgr. Mandagi.

Pernyataan ini dibenar oleh Ketua MUI Maluku H. Abdullah Latuapo. “Seluruh masyarakat Maluku siap mendukung Pesparani ini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Adrianus Melialam Ketua LP3KN mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan panitia pelaksana dari Ambon, apalagi mereka didampingi oleh seluruh pimpinan umat beragama dari islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha.

Selain mengunjungi KWI dan Menteri Agama, rombongan juga beraudiensi dengan pimpinan Komisi VIII DPR RI yang membidangi masalah agama dan sosial.

Ari D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here