Dipilih Jadi Kardinal, Uskup Agung di Jepang Terkejut

123
Uskup Agung Manyo Maeda mempersembahkan Misa di Katedral St. Maria di Osaka pada 21 September 2017. (Foto: Ucanews.com)

Uskup Agung Osaka Mgr Manyo Maeda sangat terkejut setelah diberitakan bahwa ia akan menjadi kardinal.

“Orang-orang telah mengirim email dan menelepon satu demi satu, mengatakan mereka telah mendengar pengumuman itu,” kata kardinal itu, seperti dilansir Ucanews.com setelah Paus Fransiskus mengumumkan daftar kardinal baru di Roma pada 20 Mei.

“Saya  sendiri sama sekali tidak tahu tentang pengumuman itu dan saya  tidak mendapat  kontak sebelumnya. Secara pribadi, saya  tidak berpikir saya  orang yang paling tepat  menjadi seorang kardinal, jadi saya  masih merasa sulit untuk percaya.”

Uskup Agung Maeda adalah wakil ketua Konferensi Waligereja Jepang (CBCJ).  Ia lahir di prefektur Nagasaki  tahun 1949 dan ditahbiskan sebagai imam untuk Keuskupan Agung Nagasaki  tahun 1975. Setelah melayani sebagai sekjen CBCJ dari tahun 2006 hingga 2011, ia ditahbiskan sebagai uskup untuk Keuskupan Hiroshima pada September 2011. Pada  Agustus 2014, dia dipindahkan ke Osaka sebagai uskup agung.

Sebagai penduduk asli Nagasaki, Uskup Maeda secara luas terlibat dalam gerakan perdamaian di Hiroshima. Dia juga bekerja untuk beatifikasi “orang Kristen yang hilang” yang telah diasingkan ke Tsuwano di prefektur Shimane sekarang, bagian dari Keuskupan Hiroshima.

Pada puncak peristiwa penganiayaan anti-Kristen di Jepang, sekitar 3.400 orang Kristen dari Nagasaki diasingkan ke berbagai tempat di seluruh negeri, dan lebih dari 600 orang meninggal.

Uskup Agung Maeda dapat disebut sebagai pengganti yang sah dari para rasul yang menjadi nelayan. Ketika dia menjadi pastor paroki, dia sering pergi memancing dengan kapalnya sendiri dan membawa  bendera warna-warni yang dikibarkan nelayan Jepang.

Selama bertahun-tahun, dia telah melayani orang-orang difabel, sementara sebagai anggota CBCJ dia bertugas di komisi pendidikan dan ekumene.

Kardinal itu juga dikenal sebagai seorang ahli puisi pendek Jepang yang disebut haiku dan puisinya sering muncul dalam khotbah dan artikelnya.

Uskup Agung Maeda adalah orang Jepang keenam yang diangkat sebagai kardinal, tetapi tidak seperti pendahulunya dia belum aktif dalam masalah internasional.

Sumber: Ucanews.com/Ari D

Komentar