Walau Cuaca Buruk, Mgr Adrianus OFM Tetap Kunjungi Umat 3 KK di Pulau Sedanau

485
Mgr Adrianus Sunarko OFM sedang menahkodai kapal pompong di pelabuhan Semedang, Natuna (foto : stefan)

Katoliknews.com—Hari itu, 2 Agustus 2018, perjalanan Uskup Keuskupan Pangkalpinang dalam blusukannya di Natuna, disebut umat sebagai peristiwa istemewa. Pasalnya, Mgr Adrianus Sunarko OFM harus berjuang untuk turun dari pelantar ke pompong ikan.

Bahkan beberapa jam sebelumnya, suasana di sekitar pelabuhan Semedang, Natuna sedikit mencekam.  Sebab ketika rombongan Bapak Uskup tiba di pelantar itu, laut terlihat berbui, bahkan bergelombang. Ditambah gerimis hujan yang memaksa Bapak Uskup dan rombongan untuk berteduh di pondok-pondok nelayan di sekitar pelantar.

Uskup Pangkalpinang bersama 30 an orang umat dari Ranai, harus melawan cuaca yang kurang bersahabat itu untuk mengunjungi umat di Stasi St Angela Sedanau, Natuna.

Dalam perjalanan ke Sedanau, Mgr Adrianus OFM terlihat terus memberikan senyum sumringah  “Ini musim barat, jadi gelombang akan redah beberapa jam lagi. Jadi jangan takut,” ungkap salah seorang umat yang disapa Basri di pelabuhan Semedang (2/8/2018).

“Sebenarnya tadi saya juga mulai takut, tapi karena saya Uskup jadi saya berusaha menutupi ketakutan itu,” ujar Mgr Adrianus OFM sambil ketawa, saat memimpin misa di Kapel St Angela.

Pada  saat itu juga, Uskup yang ditahbiskan tanggal 23 september 2017 memotivasi umatnya di Sedanau, untuk terus memiliki semangat bersyukur.

“Kalau pegang buku madah bakti dan puji syukur lalu ditanya ke mana, biasanya  jawabannya adalah pergi misa,” kata Uskup. Padahal  menurut nya, misa adalah bagian paling akhir dari perayaan ekaristi. “Jadi mau ke mana? Mau ke yang terakhir?” ujar mantan dosen STF Drijakara Jakarta ini.

Yang paling bagus menurut Uskup Adrianus adalah, ekaristi sebagai kesempatan puji syukur. “Kita pegang puji syukur dan mau misa, terutama adalah karena kita mau bersyukur,” imbuhnya.

Ketika itu, Uskup dan rombongan menginap di penginapan milik umat. Penginapan itu namanya Gembira. Atas kebaikan umat itu, Mgr Adrianus mencontohkan bagaimana bersyukur. “Contohnya kita gembira karena tinggal di penginapan Gembira,” ujarnya.

Selebihnya Uskup menekankan pentingnya Doa Syukur Agung dalam misa. “Kalau tidak ada doa syukur agung, maka batal sakramen,” ujarnya.  “Kita diajak bersyukur karena Tuhan menyelematkan kita,” pungkasnya.

Stefan/katoliknews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here