Mgr Frans Kopong Harapkan St Ignatius Waibalun Jadi Barometer di Keuskupannya

320

Katoliknews.com—Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr, memberikan harapan kepada seluruh umat Paroki St. Ignasius Waibalun untuk menjadi barometer Keuskupan Larantuka. Harapan ini disampaikan dalam kotbah perayaan yubileum 100 tahun Paroki Waibalun, yang terletak di Barat kota Larantuka itu, Senin, 24 September 2018.

“Momentum ini perlu disyukuri dan dihidupkan. Kita bersyukur karena Sabda Allah yang adalah pribadi yang hidup dan tinggal di tengah kita. Dia tidak hanya hidup tetapi Dia bergulat dengan hidup kita manusia menuju sebuah hidup ke depan yang lebih baik”, tegas Bapa Uskup Frans.

Bagi Uskup yang juga mengemban tugas ketua Komisi Kerasulan Keluarga KWI ini, 100 tahun sebuah paroki mempunyai makna yang menarik. “100 tahun perlu disyukuri dengan berbagai pengalaman baik, menarik, menantang dan juga yang kurang, yang perlu dijadikan pengalaman reflektip,” ungkap Mgr Frans.

Bapak Uskup juga memotivasi umat agar mempunyai keyakinan bahwa keuskupan Larantuka akan menjadi kuat, karena paroki-parokinya menjadi dewasa dan mandiri. “KBG kita menjadi kuat kalau iman umat selalu diperbaharui. Apakah yang memungkinkan iman umat menjadi dewasa dalam iman,“ tanya Bapa Uskup Frans.  .

Bagi Uskup Laranuka ini, menjadi paroki barometer bisa terlihat ketika Komunitas Basis Gerejani hidup dan berkembang. “Lantas semua akan menjadi dewasa kalau kita hadir di KBG. Datang ke KBG untuk bersama berbicara membangun iman dalam KBG,” imbuhnya

Selanjutnya, Mgr Frans juga menyebut, selain paroki St Ignatius Waibalun, tiga paroki lainnya di kota Larantuka, Paroki Katedral, Paroki San Juan Lebao, Paroki Santa Maria Pembantu Abadi Weri, juga menjadi paroki barometer di Keuskupan Larantuka.

Usai perayaan Ekaristi, diadakan peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor paroki St. Ignasius Waibalun. Yang mendapat penghargaan dalam momentum penghargaan ini untuk meletakan batu pertama adalah, Bapak Uskup, Ketua Panitia Pembangunan, DPP, dan Romo Deken Larantuka, Romo Bernardus Bala Kerans.

Isto Kerans/Katoliknews

Komentar