Usai Disegel, Umat di Jambi Gelar Kebaktian di Halaman Gereja

890
Jemaat Gereja Huria Kristen Indonesia Simpang Rimbo di Kota Jambi berdiri di depan bangunan gereja mereka yang disegel Pemerintah Kota Jambi pada Kamis, 27 September 2019. (Foto: Ist)

Sejumlah umat di Alam Barajo, Jambi memutuskan menggelar kebaktian di halaman gereja pada Minggu (30/9) menyusul penutupan tiga gereja mereka beberapa waktu lalu.

Tiga gereja itu antara lain Gereja Methodist Indonesia (GMI) Kanaan, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan Huria Kristen Indonesia (HKI).

Seperti dilansir Gatra.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, Budi Daya Hadi mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan bersama soal itu pada Sabtu, 29 September 2018 kemarin.

Hasilnya, kata dia, mengizinkan para umat untuk beribadah di halaman gereja masing-masing) sampai disepakati solusi terbaik.

“Kita sudah menawarkan lokasi lain untuk beribadah Minggu ini. Namun mereka menolak dan tetap ingin beribadah di depan gereja. Ya kita dengan pihak terkait sepakat asalkan tidak beribadah di dalam gereja sampai ada solusi yang terbaik,” kata Budi Daya.

Sementara itu, Pendeta GMI Kanaan, Ojahan Tampubolon mengatakan dirinya berharap ibadah di depan gereja cukup sekali dilakukan.

Setelah itu, dia berharap segel segera dicabut dan izin gereja difasilitasi oleh Pemerintah Kota sehingga di masa mendatang tidak ada lagi penolakan dari masyarakat setempat.

“Kami dulu pada tahun 1999 ibadah di depan dan ditolak. Setelah itu pada 2003 setelah berkoordinasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat kita diperkenankan untuk beribadah di sini. Namun izin memang belum diberikan oleh Pemkot Jambi meskipun upaya sudah maksimal kami lakukan,” katanya.

Untuk diketahui, tiga gereja itu disegel pada Kamis lalu setelah ada penolakan dari sejumlah massa dari RT 07, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Saat itu, mereka mengancam akan mendemo tiga gereja itu dengan massa sebanyak 1.000 orang pada Jumat (28/9) bila gereja tidak disegel. (brvs)

Komentar