Kecam Penyegelan Gereja di Jambi, Amnesty Sebut Jokowi Ingkar Janji

378

Amnesty International Indonesia mengecam aksi segel tiga gereja di Jambi yang dilakukan oleh pemerintah kota Jambi pada 27 September lalu.

Tiga gereja yang terdiri dari gereja Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Methodist Indonesia (GMI), dan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) disegel lantaran tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Seperti dilansir CNNIndonesia, dalam keterangan persnya, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melanggar janji melindungi kelompok minoritas di negara ini.

“Kejadian di Jambi ini sekali lagi mencoreng citra pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang dimana mereka berdua berjanji untuk melindungi kelompok minoritas di Indonesia pada saat kampanye Pilpres 2014,” kata Usman Hamid, Selasa (2/10).

Selain itu, Usman menyebut aksi ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak untuk beribadah yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Usman lantas mendesak Pemerintah Kota Jambi segera membuka segel ketiga gereja tersebut, atau menyediakan tempat ibadah buat memastikan ratusan jemaat tersebut dapat melaksanakan ibadah.

“Jika pemerintahan Jokowi tidak melakukan koreksi dengan cara memerintahkan membuka segel gereja-gereja tersebut, ini menunjukkan bahwa Jokowi amnesia terhadap janjinya untuk melindungi minoritas di Indonesia,” ujar Usman.

Usman juga mengatakan, kejadian di Jambi telah menambah daftar panjang penyegelan tempat-tempat ibadah kelompok minoritas agama di Indonesia. (brvs)

Komentar