Umat Katolik Palu Diminta Bertahan dan Bangkit Pasca Gempa dan Tsunami

625

Pastor Paroki Santa Maria Palu, Sulawesi Tengah, Yohanes Saliki meminta umat setempat segera bangkit dan membangun kembali kota tersebut setelah dihantam tsunami dan gempa beberapa pekan lalu.

Hal tersebut disampaikan Pastor Yohanes dalam kotbahnya ketika menggelar misa pertama pasca tsunami pada Minggu sore (7/10) lalu.

Seperti dilansir Voaindonesia.com, Pastor Yohanes juga mengajurkan semua umat untuk terus berdoa dan tidak meninggalkan kota tersebut.

“Marilah kita menyerahkan semua rencana baik kepada Tuhan agar Ia membantu usaha siapa saja yang ingin membantu kita. Saya berharap kita tetap tinggal di sini,” kata Pastor Yohanes Saliki.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu umat Paroki Santa Maria, Etna Rorimpande. Ia mengatakan meski khawatir bakal terjadi gempa susulan, dirinya akan tetap tinggal di Palu.

“Saya akan tetap tinggal di sini. Kami tetap di sini karena kita pergi jauh sekalipun, kalau memang musibah akan menimpa, tentu akan terjadi. Kita syukuri aja. Yakin lah bahwa di mana pun kita berada, Tuhan akan melindungi kita,” ujar Etna.

Untuk diketahui, misa pertama pasca gempa ini digelar di luar gedung gereja Paroki Santa Maria. Hal tersebut dilakukan lantaran tembok gereja masih dalam kondisi retak dan dinilai tidak aman. (brvs)

Komentar