Kardinal Donald Wuerl memutuskan undur diri terkait perannya menutupi kasus pelecehan seksual yang melibatkan dua imam di Amerika Serikat.

Surat pengunduran diri Kardinal Wuerl tersebut dikabarkan sudah diterima oleh Paus Fransiskus beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir CNN Paus Fransiskus kemudian merilis sebuah surat terbuka menyusul pengunduran diri itu pada Jumat, 12 Oktober 2018 waktu setempat.

“Paus menulis bahwa Wuerl memiliki cukup elemen untuk membenarkan tindakannya dan membedakan antara menutup-nutupi kejahatan dan tidak mengatasi masalah dengan melakukan sejumlah kesalahan,” demikian kutipan surat terbuka dari Paus.

Terkait hal ini, Kardinal Wuerl mengatakan dia merasa tersentuh dengan keanggunan surat dari Paus dan meminta maaf atas kesalahan yang dibuat di masa lalu.

“Keputusan untuk kepemimpinan baru dapat membuat semua fokus pada kesembuhan dan masa depan,” kata Kardinal Wuerl dalam pernyataannya.

Menurutnya, keputusan ini memberikan kesempatan kepada gereja lokal untuk bergerak ke depan.

“Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan dalam penilaian. Saya mundur sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan cinta besar kepada Anda warga gereja di Washington,” katanya.

Meski begitu, menurut media WRAL, Paus meminta Kardinal Wuerl untuk tetap menjabat sementara sebagai manajer interim.

Untuk diketahui, tuduhan terhadap Kardinal Wuerl juga muncul dari sejumlah kalangan.

Menurut media Reuters dan WRAL, Kardinal Wuerl juga disebut menjadi tokoh terkemuka yang jatuh akibat skandal yang melibatkan pendulunya yaitu Uskup Agung Theodore McCarrick.

Saat ini, Vatikan telah membuka kembali semua dokumen terkait pemeriksaan McCarrick.

Selain itu, ia juga dituding ikut menutup-nutupi tindakan sejumlah imam yang melakukan pelecehan seksual saat dia menjadi uskup di Pittsburgh dari 1988 – 2006. (brvs)

Komentar