Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku DR. H. Abdullah Latuapo. (Foto: Ist)

Empat belas kilometer jalan membentang dari Bandara Pattimura ke Kota Ambon, Maluku. Sepanjang jalan itu pula spanduk, umbul-umbul, dan baliho tentang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I terpasang pekan lalu.

Suasana menjelang penyelenggaran Pesparani yang akan diadakan pada 27 Oktober – 2 November 2018 menjadi semarak, sebab perkantoran dan pertokoan juga akan memasang berbagai atribut untuk menyongsong kedatangan kontingen dari 34 provinsi.

Suasana senada juga terjadi pada penyelanggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2012 dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) 2015 di Ambon.

“Kita harapkan semoga Pesparani ini tidak kalah dari keberhasilannya dengan MTQ dan Pesparani,” kata Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku DR. H. Abdullah Latuapo.

“Oleh karena itu kita menghimbau kepada masyarakat, mari kita mendukung dan menyukseskan acara Pesparani Katolik Nasional yang pertama kali dilakukan,” lanjutnya.

MTQ Nasional adalah festival umat Islam di Indonesia yang diadakan sejak tahun 1968. Sementara Pesparawi Nasional merupakan peristiwa keagamaan umat Protestan yang diadakan sejak tahun 1983.

Pesparani Nasional baru akan diadakan pertama kali pada tahun ini, dengan kota Ambon sebagai tuan rumah.

PelaksanaanPesparani berbeda formatnya dengan MTQ ataupun Pesparawi yang  sepenuhnya digerakkan oleh Ditjen Bimas Islam dan Ditjen Bimas Kristen.

Pesparani diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) bekerjasama dengan panitia lokal di Maluku.

LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh Pemerintah. Dalam struktur LP3KN, terdapat kehadiran beberapa pastor yg menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah awam yang diangkat oleh KWI. Ketua LP3KN adalah Adrianus Meliala.

Menurut Adrianus, peserta beserta pelatih yang akan datang akan mencapai sekitar 8.000 orang. Mereka sebagian besar adalah tokoh-tokoh umat yang berkarya di daerah masing-masing. Selain undangan para pejabat, juga akan hadir 37 uskup yang datang dari seluruh Indonesia. Para uskup ini adalah pemimpin umat Katolik di wilayahnya masing-masing.

“Presiden Joko Widodo juga sudah menyatakan akan datang dalam pembukaan Pesparani. Beliau sudah menyatakan kesediaannya di Konferensi Waligereja (KWI), Jumat 24 Agustus lalu,” ujar Adrianus lagi.

Katoliknews

Komentar