Sebanyak 30 kuburan Katolik di area pemakaman Biara Beit Jamal yang terletak beberapa kilometer dari kota Yerusalem telah dihancurkan oleh orang tak dikenal.

Seperti dilansir Tempo.co, penanggung jawab pemeliharaan pemakaman, Pastor Antonio Scodo mengatakan, pelaku merusak semua simbol salib di kuburan-kuburan tersebut.

“Mereka ingin menghancurkan, untuk menurunkan simbol salib,” kata Pastor Antonio Scodo.

Insiden ini lantas manarik perhatian sejumlah pihak.

Kementerian Luar Negeri Israel, misalnya sudah mengutuk keras insiden ini.

“Insiden di pemakaman ini adalah tindakan tercela. Israel berkomitmen memerangi segala bentuk kebencian dan intoleransi terhadap semua agama,” kata Juru bicara kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon.

Selain itu, kedutaan Italia di Israel juga mengatakan terkejut dan sedih oleh insiden itu, hingga menyerukan tindakan saling menghormati antar agama.

Kecaman juga datang dari kedutaan Polandia. Dalam sebuah pernyataan, pihak kedutaan menyebut tindakan ini adalah vandalisme anti-Kristen yang tak masuk akal. Konsulat Polandia di ibu kota Tel Aviv, Israel telah melakukan intervensi terkait kejadian ini.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat sudah menanggapi insiden ini. Dikatakan bahwa tindakan vandalisme ini kemungkinan telah dilakukan beberapa pekan lalu.

Namun, menurut hasil investigasi hingga Jumat, 19 Oktober 2018, polisi belum menetapkan satu orang tersangka.

Untuk diketahui, Biara Beit Jamal, terletak di area komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, Beit Shemesh, Israel.

Kawasan ini sering dikunjungi turis untuk membeli keramik buatan tangan, madu dan minyak zaitun.

Biara ini berulang kali menjadi sasaran kebencian dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2013, beberapa orang melemparkan bom api di fasilitas umum biara dan mencoret dengan tulisan label harga.

Pada Januari 2016, puluhan salib di pemakaman Biara Beit Jamal digulingkan di tengah-tengah gelombang serangan terhadap warga Palestina dan Arab Israel.

Kemudian pada September 2017, beberapa pengacau menghancurkan patung Bunda Maria, merusak perabotan dan memecahkan beberapa jendela kaca di dalam cagar Biara Beit Jamal.

Sayangnya, investigasi atas semua insiden ini tidak pernah membuahkan hasil.

Katoliknews

Komentar