Sejumlah tokoh agama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersatu mendukung tekad Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi untuk memajukan NTT di berbagai bidang pembangunan.

Dukungan ini mereka sampaikan ketika menggelar dialog dengan Lasikodat di Hotel Aston Kupang, Rabu (24/10) kemarin.

Tokoh-tokoh agama tersebut antara lain, Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota, Ketua PHDI NTT GM Putra Kusuma dan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim.

Seperti dilansir Victorynews.id, Mgr Petrus mengatakan, dirinya bakal terus mendukung sejumlah gagasan Laiskodat untuk membangun NTT.

“Kami dukung 100 persen gagasan-gagasan yang disampaikan gubernur,” kata Mgr Petrus Turang.

Ia juga meminta semua kompenen masyarakat untuk ikut memberi dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan pemerintah.

“Pemprov juga perlu menjalin kerja sama sampai ke desa dalam suasana keterbukaan satu sama lain demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan terhormat,” lanjutnya.

Kemudian, Mgr Vincentius mengatakan, setelah mendengar gagasan Laiskodat, ia merasa optimis akan kemajuan NTT ke depan.

Namun, kata dia, NTT harus dibangun secara komprehensif dan didukung dengan komitmen yang kuat.

“Konsep yang sangat jelas dan juga sangat komprehensif dan didukung dengan satu komitmen yang kuat dari cara Bapak Gubernur mengungkapkan segalanya sesuai dengan cita-cita yang jelas dan tekad yang jelas. Saya apresiasi,” kata Mgr Vincentius.

Ia juga menjelaskan, birokrasi yang menjadi salah satu lokomotif penggerak pembangunan NTT harus segera diubah. Menurutnya, jika birokrasi masih pincang, pelaksanaan berbagai program bakal terganggu.

“Saya melihat ini satu peluang kerja sama kita ke depan. Kami siap untuk bekerjasama dalam kemitraan ke depan untuk membangun NTT bangkit dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, GM Putra Kusuma mengatakan salah satu yang mesti diperhatikan Pemprov adalah pariwisata yang mempunyai potensi yang besar untuk memajukan NTT.

Ia lalu mengusulkan agar dana desa diberdayakan untuk pengembangan sektor pariwisata.

Lebih lanjut, menurut Abdul Kadir Makarim, pembangunan NTT mesti melibatkan lembaga-lembaga agama. Menurutnya, sinergi lembaga keagamaan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penting untuk mensukseskan pelaksanaan program pemerintah.

“Banyak mimpi besar pasti tercapai tentu stakeholder harus membantu untuk mewujudkan mimpi besar. Pariwisata ke depan menjadi industri dan saya yakin NTT melalui gubernur dan wakil gubernur akan membawa NTT ke lompatan yang lebih jauh. Peran lembaga agama antara lain menumbuhkan motivasi dan tanggung jawab,” ungkap Abdul Kadir.

Katoliknews

Komentar