Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta terpilih menjadi dua calon tuan rumah untuk ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional ke 2.

Keputusan ini merupakan hasil dari Musyawarah Nasional Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) yang digelar di Islamic Center, Kota Ambon, Rabu (31/10) malam.

“Kami telah melakukan munas dan menghasilkan dua keputusan. Pertama memutuskan Provinsi NTT dan DKI Jakarta untuk menjadi calon tuan rumah Pesparani Katolik Nasional II,” ujar Sekretaris Umum LP3KN Toni Pardorsi saat ditemui di Hotel Santika, Ambon, Kamis (01/10).

Toni menjelaskan, NTT dan DKI terpilih lantaran sudah memenuhi syarat, yakni telah membawa surat rekomendasi dukungan dari gubernur masing-masing.

“Untuk penentuan tuan rumah Pesparani selanjutnya, LP3KN akan mengadakan konsultasi dengan otoritas Gereja Katolik, yakni Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan keuskupan terkait untuk nantinya ditetapkan oleh Menteri Agama, sebagai tuan rumah Pesparani II,” ujarnya.

Selain penentuan tempat, musyawarah itu juga menetapkan Pesparani akan diselenggarakan tiga tahun sekali.

Namun, kata dia, untuk Pesparani II akan diadakan pada tahun 2020 karena pada tahun 2021 akan diadakan MTQ Nasional (Islam) dan Pesparawi Nasional (Kristen).

“Dengan diadakannya Pesparani pada dua tahun mendatang akan mempermudah pemerintah daerah dalam memberangkatkan kontingen untuk mengikuti Pesparani Katolik Nasional II,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Pesparani sendiri merupakan suatu aktivitas seni budaya umat Katolik dalam bentuk pagelaran, lomba musik, dan nyanyian liturgi dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pemahaman masyarakat Katolik terhadap ibadah dan liturgi gerejani.

Selain itu, Pesparani juga merupakan salah satu bentuk kegiatan kerohanian untuk pengembangan iman yang mendorong seni budaya bernafaskan iman Katolik.

Katoliknews

Komentar