Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menjadi juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional pertama di Ambon, Maluku, Kamis (1/11/2018).

Gelar tersebut diberikan setelah kontingen Kaltim berhasil meraih nilai tertinggi yakni, 299 poin. Perolehan poin itu gabungan dari 25 poin champion, perolehan 25 medali emas dan 25 partisipasi mata lomba.

Seperti dilansir Tribunnews.com, penyerahan piala dalam acara ini terdiri dari dua jenis yakni piala bergilir dan tetap.

Piala bergilir berasal dari Presiden RI Joko WIdodo, dan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise. Sementara piala tetap juara umum diserahkan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Dalam sambutannya, Yohana Yambise mengatakan, lewat pelaksanaan Pesparani Nasional I, semua kalangan diminta tetap mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Kebhinekaan terutama bagi generasi penerus untuk bangun bangsa Indonesia ke depan.

Selain itu, kata kata dia, Pesparani diharapkan mampu berkontribusi untuk semua orang agar semakin memahami pembangunan di segala bidang sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa.

“Kebhinekaan adalah kekayaan besar yang dimiliki oleh bangsa ini dan harus dapat dipertahankan. Perlu menjaga kebhinekaan ini dengan persatuan kerukunan dan persaudaraan, sehingga membawa Indonesia menjadi negara besar dan dihormati di dunia. Kami mengapresiasi Gubernur yang menunjukan satu model dengan latar belakang agama yang berbeda dalam event ini,” kata Yohana Yambise.

Ia juga menjelaskan, tema acara ini ‘Merajut Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia’ sangat tepat sebagai refleksi dari komponen bangsa sehingga dapat memberikan kesetaraan gender serta pemenuhan hak anak.

“Saya apresiasi Pak Gubernur dan dapat memberikan motivasi bagi kita semua dalam pemenuhan hak-hak perempuan dan anak dalam rangka mewujudkan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan Pesparani membuktikan bahwa Maluku benar-benar menjadi laboratorium kerukunan hidup orang basudara bagi Indonesia bahkan dunia.

“Artinya moment ini telah menjadi milik semua umat beragama, dan peserta 34 provinsi mendapat kesan manis tentang sikap toleransi umat beragaama,” kata Said Assagaff.

Ia juga berharap semangat persaudaraan diantara seluruh umat beragama tidak boleh berhenti, tetapi terus menggalir dalam kerukunan yang abadi dan terdengar dalam setiap pujian-pujian yang dilatunkan.

“Terus bernyanyi dan bermusik, dari tanah ini ibarat memanggil suadara-saudara untuk kembali mengunjungi Maluku pada masa mendatang,”tukasnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum Panitia Pesparani, Zeth Sahuburua mengatakan, Pesparani yang merupakan berkat yang luar biasa bagi masyarakat Maluku, yang menjadi roh ilhami umat Katolik.

Dari Maluku, kata dia, Pesparani mendapat posisi yang setara dengan MTQ milik umat Islam, Pesparawi milik umat Kristen Protestan, juga umat Hindu dan Buddha.

“Ini akan menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita di waktu yang akan datang,”ucapnya.

Untuk diketahui, juara umum Pesparani mendapat dana pembinaan sebesar 50 Juta rupiah, posisi kedua 45 juta, posisi ketiga 40 juta, posisi keempat 35 juta, posisi kelima 30 juta, dan lainnya masing-masing 15 juta. Selain itu, sertifikat juga akan diberikan kepada semua peserta lomba.

Katoliknews

Komentar