Seorang wanita Katolik ikut menjadi pemusik dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Purwakarta, Senin (20/11) malam.

Siska Amelia, nama wanita itu, memainkan Ku Cheng, salah satu alat musik tradisional Cina sejenis kecapi.

Seperti dilansir Pikiran-rakyat.com, mantan bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang menjadi penggagas acara itu mengatakan, kehadiran Siska membuktikan bahwa Peringatan Maulid Nabi bukan sekedar milik umat Islam.

Nabi Muhammad saw, menurut dia, sudah menjadi spirit seluruh umat karena akhlak baik yang dimilikinya.

“Saya terus terang terkesima. Ada teman saya jauh-jauh dari Bandung untuk turut hadir mengisi acara kita malam ini. Saya kira, ini menjadi bukti bahwa maulid bukan hanya milik kalangan muslim,” kata Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi juga mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam suasana seremonial sebuah peringatan. Ia berharap nilai keislaman dan nilai keindonesiaan dapat dibumikan lewat peringatan Maulid Nabi.

Hal itu, kata dia, merupakan salah satu inti ajaran Rasululullah saw.

“Semangat toleransi itu bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam. Ada spirit rahmatan lil ‘alamiin (rahmat bagi seluruh alam) di situ. Sehingga, perilaku saling menghormati dan saling menghargai antar umat, mutlak diperlukan,” ujarnya.

Saat itu, Siska memainkan Ku Cheng untuk mengiringi beberapa lagu. Genre lagu yang dimainkannya antara lain lagu religi bertema salawat, asmaul husna dan pujian kepada Nabi Muhammad saw.

Katoliknews

Komentar