Pengelola Sekolah Katolik di Regio Makassar, Amboina dan Manado Beri Perhatian Pada Karakter Guru

Peserta rapat ini mencapai 150 orang, yang merupakan ketua yayasan, kepala sekolah, dan perwakilan guru se-Regio MAM. (Foto: MNPK)

Katoliknews.com – Komisi Pendidikan dan Majelis Pendidikan Katolik (Komdik-MPK) di Regio Makassar Amboina dan Manado (Regio MAM) mengelar rapat yang melibatkan lebih dari 150 peserta untuk membahas upaya memperkuat karakter para guru.

“Pengolahan Karakter Jati Diri Pendidik di Sekolah Katolik,” demikian tema kegiatan ini yang berlangsung pada 1-4 Oktober di Ballroom Royal Resto, Ternate.

Sebagaimana dilansir di website Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), rangkaian acara dibuka dengan Misa pada 1 Oktober, yang dipimpin Uskup Amboina, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, didampingi sejumlah imam.

Dua narasumber dari Jakarta hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini, yaitu Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan KWI, RP Gandhi Hartono SJ dan Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik, RP Vinsensius Darmin Mbula OFM.

Para peserta adalah ketua yayasan, kepala sekolah dan perwakilan guru se-Regio MAM.

Para siswa dari beberapa sekolah di Ternate juga hadir, antara lain dari SD Katolik Santa Theresia, SMP Katolik Bintang Laut dan SMA Katolik Bintang Laut.

RD Agus Arbol, Ketua Komdik dan MPK Amboina yang menjadi tuan rumah acara ini mengatakan, ini merupakan bagian dari upaya membangun dan meningkatkan kualitas guru yang ada di Regio MAM.

Materi yang dibahas, jelasnya, terarah pada upaya memperkuat karakter guru agar bisa mengajar, mendidik, dan membina peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dan berkualitas di tengah tuntutan era saat ini, yang dikenal dengan sebutan era industri 4.0.

Pertemuan itu, jelasnya, juga menjadi ajang silaturahim antara ketua-ketua yayasan, kepala sekolah dan perwakilan guru di Regio MAM.

“Pertemuan seperti ini dilakukan setiap tahun. Tahun sebelumnya di Manado dan yang berikut akan di rencanakan di Ambon atau Makassar,” katanya.

Lokasi kegiatan, jelasnya, akan terus bergilir di antara tiga keuskupan, dengan tema yang berbeda-beda.

Ia mengatakan, tujuan utama dari kegiatan seperti ini adalah mengajak para praktisi pendidikan agar mengelola pendidikan dengan benar dan baik, sebagai syarat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Hal itu akan berdampak untuk umat dan masyarakat yang ada di tiga wilayah,” terangnya.