Panitia Konferensi Sekolah Katolik Unggul (KSKU) menggelar pertemuan bersama dengan Ketua Komisi Pendidikan KWI, Mgr. Edwaldus M. Sedu pada Kamis, 14 November 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (Komdik KWI) bekerja sama dengan Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), Universitas Sanata Darman (USD) dan Yayasan Tegar akan menggelar konferensi yang melibatkan sekolah-sekolah Katolik dari seluruh Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk Konferensi Sekolah Katolik Unggul (KSKU) itu akan dilaksanakan di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta pada 10–12 Januari 2020 dan rencananya akan dihadiri oleh 400 pelaku pendidikan katolik dari seluruhIndonesia.

Pada Kamis, 14 November, perwakilan dari para penyelenggara, termasuk Mgr Ewaldus M. Sedu, Ketua Komdik KWI hadir dalam rapat di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta untuk memantapkan persiapan acara itu.

Dilansir dari Mirifica.net, hadir juga Romo Gandhi Hartono SJ, Sekertaris Eksekutif Komdik KWI: Romo Vinsensius Darmin Mbula OFM, Ketua Presidium MNPK, Eka Priyatma, Rektor USD;  dan Ferry Toringin dari Yayasan Tegar.

Ferry, wakil ketua panitia kegiatan ini mengatakan, acara ini bertujuan untuk mengembangkan keunggulan Sekolah Katolik di bidang karakter guru, tata kelola dan kedalaman pembentukan jati diri peserta didik sebagai kader bangsa Indonesia.

Sementara itu, Eka Priyatma menekankan bahwa dalam pendidikan saat ini memang teknologi menjadi penting, tetapi tetap yang lebih utama dan pertama adalah pembentukan kualitas pribadi manusianya.

Teknologi, jelasnya, menjadi sarana – bukan tujuan – dalam mengembangkan jati diri manusia.

Karena itu, kata dia, spirit dan roh pendidikan perlu mendasari guru dalam pembelajaran di kelas.

Mgr. Edwaldus menegaskan bahwa pendidikan katolik harus memprioritaskan pada pengembangan diri yang lemah, miskin untuk dapat tumbuh berkembang menjadi pribadi yang unggul dan punya harapan akan hidupnya, sebagaimana pesan dari Nota Pastoral Pendidikan KWI tahun 2008.

“Proses pendidikan seperti inilah yang menjadi warisan dari Sang Guru, Yesus sendiri,” tegasnya. 

Sementara itu, Romo Darmin mengatakan dalam kegiatan ini unsur ke-Indonesia-an perlu dijunjung tinggi dengan terus menguatkan tata kelola sekolah agar terus berinovasi.

Selama kegiatan, peserta disebut akan diajak untuk mengolah dan mendalami cara-cara pengembangan sekolah, membangun jejaring dan sekaligus membuat komitmen bersama untuk mewujudkan Sekolah Katolik yang unggul dan bermartabat.

Acara ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan,Nadiem Makarim, sementara para narasumber adalah dari para pendidik dan guru-guru terbaik.