Paus Kembali ke Vatikan Setelah Kunjungan Tujuh Hari di Asia

Paus Fransiskus menerima bunga saat ia meninggalkan Bandara Haneda Tokyo pada 26 November 2019. (Foto: Kazuhiro Nogi/AFP)

Katoliknews.com – Paus Fransiskus naik pesawat kepausan yang membawanya kembali ke Roma pada Selasa pagi, 26 November 2019 di Bandara Haneda Tokyo, menandai akhir perjalanan apostoliknya di Asia.

Ia tiba di Thailand pada 20 November untuk kunjungan pertama dan tiba di Jepang pada tanggal 23.

Ini adalah kunjungan paus yang keempat ke Asia.

Paus berusia 82 tahun itu mengunjungi Bangkok dan Sampran di Thailand dan kemudian ke kota Nagasaki, Hiroshima dan Tokyo di Jepang selama perjalanan 7 hari.

Pada 25 November, paus merayakan Misa di Stadion Dome Tokyo.

Dalam homilinya, ia mengatakan komunitas Kristen “diundang untuk melindungi semua kehidupan dan bersaksi dengan kebijaksanaan dan keberanian tentang cara hidup yang ditandai oleh rasa terima kasih dan bela rasa, kemurahan hati, dan mendengarkan secara sederhana.”

Paus mengatakan komunitas Kristen “adalah sebuah komunitas yang mampu merangkul dan menerima kehidupan apa adanya, dengan segala kerapuhan dan kesederhanaannya, dan seringkali juga, dengan konflik dan gangguannya.”

“Kita dipanggil untuk menjadi komunitas yang dapat belajar dan mengajarkan pentingnya menerima hal-hal yang tidak sempurna,” katanya.

“Apakah orang cacat atau lemah tidak layak untuk dicintai?” tanya Paus.

Pesan untuk Pemuda

Sebelum perayaan Ekaristi, Paus Fransiskus bertemu dengan orang-orang muda di Katedral St. Maria di Tokyo.

Ia berterima kasih kepada para pemuda atas “perhatian yang ramah” dan waktu yang sediakan untuk menyambutnya serta kesediaan berbagai sesuatu tentang kehidupan mereka.

Dia mendesak orang-orang muda untuk “tidak pernah putus asa dan melihat cakrawala yang luas dala kehidupan serta.

“Lihat apa yang menanti Anda jika Anda bercita-cita untuk mencapainya bersama,” katanya.

Dia mengingatkan kaum muda bahwa “Jepang membutuhkanmu, dan dunia membutuhkanmu, untuk bermurah hati, ceria dan antusias, mampu membuat rumah untuk semua orang.”

Paus Fransiskus mengingatkan mereka untuk tidak takut karena “ketakutan selalu menjadi musuh kebaikan, musuh cinta dan kedamaian.”

“Agama-agama besar mengajarkan toleransi, harmoni, dan belas kasihan, bukan rasa takut, perpecahan, dan konflik. Yesus terus-menerus mengatakan kepada para pengikutnya untuk tidak takut,” kata paus.

Atas Undangan Thailand dan Jepang

Kehadiran paus di Thailand adalah tanggapan atas undangan dari pemerintah Thailand dan Konferensi Waligereja Thailand.

Dia mengunjungi negara kerajaan dari 20-23 November sebagai “peziarah perdamaian dan untuk mempromosikan dialog antaragama.”

Kunjungan pemimpin Gereja Katolik itu juga terjadi dalam rangka peringatan 350 tahun berdirinya Vikariat Apostolik Thailand, yang sebelumnya dikenal sebagai Siam.

Sementara itu, pada Mei 2018, Walikota Nagasaki Tomohisa Taue mengundang paus untuk mengunjungi Nagasaki dan Hiroshima, dua kota Jepang yang dihancurkan oleh serangan nuklir selama Perang Dunia II.

Pada 17 Desember 2018, Paus Fransiskus menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Jepang selama pertemuannya dengan Kardinal Manyo Maeda.

Setelah satu bulan, Vatikan mengumumkan rencana untuk mengunjungi negara itu.